PUPR Kota Tangerang

Misi Damai dan Ekonomi Tuntas, Presiden Prabowo Kembali ke Tanah Air Bawa Hasil Strategis

JN-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi tiba kembali di Tanah Air melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Jumat (27/2/2026). Kepulangan ini menandai berakhirnya rangkaian kunjungan kerja maraton selama 11 hari ke empat negara sahabat: Amerika Serikat, Inggris, Yordania, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Lawatan ini dinilai sebagai salah satu perjalanan diplomasi paling produktif dalam awal tahun 2026. Tidak hanya membawa komitmen investasi bernilai jumbo, Presiden Prabowo juga mempertegas posisi Indonesia dalam kancah politik global, khususnya terkait kedaulatan Palestina.

Dalam keterangannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa fokus utama pertemuannya dengan para pemimpin dunia, termasuk Presiden AS Donald Trump di Washington DC dan Raja Abdullah II di Amman, Yordania, adalah memperjuangkan perdamaian di Timur Tengah.

Baca juga: Menimbang Kemanusiaan dalam Penegakan Perda di Paluta

Indonesia secara konsisten menyuarakan dukungan terhadap Solusi Dua Negara (Two-State Solution) sebagai satu-satunya jalan keluar yang adil bagi konflik Palestina-Israel.

“Indonesia siap berkontribusi lebih nyata. Kita telah menyatakan kesiapan untuk mengirimkan pasukan perdamaian serta bantuan kemanusiaan yang lebih masif ke Gaza dalam waktu dekat,” ujar Presiden Prabowo.

Di sektor ekonomi, Presiden berhasil mengamankan sejumlah kesepakatan strategis yang disebut-sebut sebagai “lompatan besar” bagi pertumbuhan nasional:

Baca juga: Lindungi Aset Bangsa, Perpres 110/2025 Perketat Aturan Main Nilai Ekonomi Karbon

  • Kerja Sama Semikonduktor: Penandatanganan kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi global di London untuk membangun ekosistem semikonduktor di Indonesia.

  • Investasi Uni Emirat Arab (UEA): Pertemuan hangat dengan Presiden MBZ di Abu Dhabi menghasilkan komitmen investasi baru di bidang energi terbarukan dan infrastruktur strategis.

  • Perjanjian Dagang (ART): Finalisasi Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat yang mencakup tarif nol persen untuk ribuan produk unggulan Indonesia.

Kedatangan Presiden di Jakarta disambut oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Keberhasilan kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat stabilitas ekonomi dalam negeri serta meningkatkan pengaruh diplomatik Indonesia sebagai pemimpin suara negara-negara berkembang di panggung internasional.(Yonex)

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu