Menteri PPPA Arifah Fauzi Perkuat Pemberdayaan Perempuan melalui Dapur SPPG Medan

Menteri PPPA Arifah Fauzi sedang berdialog dengan para ibu pekerja di Dapur SPPG Medan sambil meninjau standar kebersihan pengolahan makanan.
Menteri PPPA Arifah Fauzi memantau proses produksi makanan bergizi di Dapur SPPG Medan Selayang yang memberdayakan tenaga kerja perempuan lokal.
MEDAN, Jejak News | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan bahwa integrasi antara pemenuhan gizi anak dan pemberdayaan ekonomi perempuan adalah kunci pembangunan sumber daya manusia yang inklusif. Hal ini disampaikan saat meninjau Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medan Selayang Sempakata, Sumatera Utara, pada Jumat (24/4/2026).
Kehadiran unit layanan ini menjadi bagian strategis dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dirancang untuk memastikan tumbuh kembang anak sekaligus menggerakkan roda ekonomi akar rumput.
Menteri PPPA menekankan bahwa SPPG bukan sekadar fasilitas penyedia makanan, melainkan unit layanan terpadu yang menerapkan standar gizi seimbang secara berkelanjutan. Melalui manajemen yang sistematis, program ini menjadi investasi jangka panjang pemerintah dalam mencetak generasi emas yang sehat dan cerdas.

Dalam tinjauannya, Menteri Arifah menyoroti peran dominan tenaga kerja perempuan dalam seluruh proses pengolahan di dapur SPPG. Keterlibatan ini dinilai memberikan dampak ganda (multiplier effect); selain menjamin kualitas asupan bagi anak-anak, program ini secara nyata meningkatkan pendapatan dan keterampilan ekonomi keluarga.
“Perempuan memiliki peran strategis sebagai penjaga ketahanan pangan keluarga. Melalui Dapur SPPG ini, perempuan bertransformasi dari sekadar pelaksana menjadi penggerak utama ekonomi komunitas. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas, perlindungan kerja, dan akses ekonomi mereka agar semakin mandiri,” ujar Menteri PPPA.

Berdasarkan laporan operasional, Dapur SPPG Medan Selayang mampu memproduksi 3.045 porsi makanan setiap hari. Distribusi mencakup sembilan sekolah serta berbagai posyandu di wilayah tersebut. Signifikansi program ini juga terlihat dari serapan bahan baku yang sepenuhnya dipasok dari pasar lokal, mulai dari buah-buahan hingga kebutuhan pokok lainnya, sehingga menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguntungkan di tingkat lokal.
Kementerian PPPA memandang model pengelolaan di Medan Selayang sebagai best practice atau praktik baik yang patut direplikasi di daerah lain. Dengan mengombinasikan standar gizi tinggi, pelibatan aktif perempuan, dan pemanfaatan sumber daya lokal, program ini membuktikan bahwa kebijakan nasional dapat diturunkan menjadi aksi nyata yang menyentuh aspek kemanusiaan dan kemandirian bangsa.
Pewarta: Mira Fitrianingsih Lesmana | Editor: Ismail Saleh

 

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu