BANDUNG, Jejak News – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menetapkan tonggak baru dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia sektor pariwisata. Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana secara resmi meluncurkan 483 skema okupasi nasional dari 34 bidang pariwisata dalam rangkaian kegiatan “Aksi Nyata Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi (PVPV)” di Gedung Pakuan, Bandung, Rabu (22/4/2026).
Peluncuran dokumen strategis hasil kolaborasi dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) ini menjadi jawaban atas kebutuhan industri terhadap tenaga kerja yang memiliki standar kompetensi yang jelas, terstruktur, dan diakui secara nasional. Menpar Widiyanti menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat peningkatan kualitas SDM melalui jalur vokasi.
“Dokumen ini bukan sekadar panduan teknis, melainkan jembatan strategis yang menghubungkan kualitas tenaga kerja dengan dinamika kebutuhan industri. Kita ingin SDM pariwisata Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu bersaing dan memimpin perubahan di tingkat nasional maupun global,” ujar Menpar Widiyanti dalam sambutannya.
Secara humanis, Menpar menyoroti potensi besar bonus demografi Indonesia. Hingga Agustus 2025, sektor pariwisata telah menyerap 25,91 juta tenaga kerja. Dengan skema okupasi yang baru diluncurkan ini, penyerapan tenaga kerja diharapkan kian optimal dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui terciptanya peluang kerja dan usaha yang produktif.
Penguatan fondasi ini didukung penuh oleh keberadaan enam Politeknik Pariwisata (Poltekpar) di bawah naungan Kemenpar yang konsisten mencetak lulusan siap kerja. Program-program pelatihan berbasis kompetensi, mulai dari pemandu wisata hingga penguatan manajerial masyarakat melalui Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), terus diperluas untuk mencakup seluruh subsektor pariwisata berkelanjutan.
Dengan hadirnya standar kompetensi yang semakin kokoh, sektor pariwisata Indonesia optimis dapat melahirkan tenaga profesional yang tidak hanya unggul dalam pelayanan, tetapi juga menjadi duta kemajuan bangsa dalam mewujudkan pariwisata berkualitas dunia.
Pewarta: Tyas Yuli | Editor: Ismail Saleh





