Kementerian PU Tuntaskan Dua Embung Strategis di Banyumas demi Kedaulatan Air dan Ruang Publik

Penampakan fisik Embung Kedunggede di Banyumas yang dipenuhi air dengan latar belakang persawahan, serta fasilitas area terbuka yang asri.
 Kedaulatan Air dan Pangan: Embung Kedunggede di Kabupaten Banyumas yang baru saja dituntaskan Kementerian PU guna menyokong irigasi pertanian dan ruang publik inklusif.
Kementerian PU menyelesaikan pembangunan Embung Kejawar dan Embung Kedunggede di Kabupaten Banyumas. Infrastruktur ini berfungsi sebagai penyedia air irigasi untuk menjaga produktivitas pertanian di musim kemarau sekaligus menjadi ruang terbuka hijau bagi masyarakat lokal.
BANYUMAS, Jejak News– Sebagai langkah konkret dalam memitigasi dampak perubahan iklim dan memperkuat kedaulatan pangan nasional, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah merampungkan pembangunan dua infrastruktur pengelolaan air strategis di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yakni Embung Kejawar dan Embung Kedunggede.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa kehadiran infrastruktur air di tingkat perdesaan merupakan urat nadi bagi keberlanjutan sektor pertanian. Pembangunan ini menjadi bagian dari peta jalan strategis pemerintah untuk memastikan pasokan air baku dan irigasi tetap terjaga sepanjang musim.
“Infrastruktur seperti embung memiliki peran krusial dalam menjaga produktivitas lahan pertanian, terutama saat menghadapi tantangan musim kemarau. Komitmen kami adalah memastikan ketersediaan air tetap stabil demi mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan,” ujar Menteri Dody dalam keterangan resminya, Jumat (24/4/2026).
Secara teknis, Embung Kejawar di Desa Kejawar memiliki kapasitas tampung mencapai 9.534 m³, sementara Embung Kedunggede di Desa Kedunggede memiliki daya tampung lebih besar, yakni 18.028 m³. Keduanya didesain untuk menangkap curah hujan dan menjaga neraca air di wilayah sekitarnya agar tidak terjadi kekeringan lahan.
Menariknya, pembangunan ini juga mengedepankan sisi humanis melalui penyediaan ruang aktivitas masyarakat. Embung Kedunggede telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti area terbuka, rumah jaga, hingga fasilitas sanitasi yang memungkinkan lokasi tersebut bertransformasi menjadi destinasi wisata lokal atau ruang interaksi warga.
Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air memastikan akan terus mereplikasi pembangunan embung serupa di berbagai wilayah di Indonesia. Langkah ini dipandang sebagai investasi strategis dalam memperkuat struktur ekonomi perdesaan melalui ketersediaan air yang terjamin dan lingkungan yang lebih asri.
Dengan tuntasnya pembangunan dua embung di Banyumas, diharapkan kesejahteraan petani dapat meningkat seiring dengan kepastian masa tanam, sekaligus memberikan nilai tambah bagi kualitas hidup warga melalui ketersediaan infrastruktur publik yang berkualitas.

Pewarta: Syailendra |  Editor: Ismail Saleh

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu