JN-Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) secara resmi mengajak jajaran Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) untuk mempererat kolaborasi dalam mewujudkan ekosistem pariwisata yang lebih berkualitas dan berkelanjutan. Dalam pertemuan strategis tersebut, Wamenpar menekankan bahwa orientasi pariwisata Indonesia ke depan tidak lagi hanya bertumpu pada kuantitas kunjungan, melainkan pada nilai ekonomi yang tinggi dan pengalaman wisatawan yang mendalam.
Wamenpar menjelaskan bahwa ASITA, sebagai garda terdepan dalam penyusunan paket perjalanan, memiliki peran krusial dalam memperkenalkan destinasi-destinasi unggulan baru di Indonesia. Ia mendorong para agen perjalanan untuk lebih kreatif dalam mengemas narasi lokal (storytelling) serta mengintegrasikan prinsip sustainable tourism guna menarik segmen wisatawan mancanegara yang lebih peduli terhadap isu lingkungan dan budaya.
“Kita perlu memperkuat daya saing melalui inovasi layanan digital dan diversifikasi produk wisata. Pariwisata berkualitas berarti memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal sekaligus menjaga kelestarian aset alam dan budaya kita,” ujar Wamenpar dalam siaran pers tersebut.
Baca juga: Capai Progres 92%, Bendungan Mbay Siap Perkuat Ketahanan Air dan Pangan di Nusa Tenggara Timur
Pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung ASITA melalui berbagai program kemudahan regulasi, penguatan sertifikasi kompetensi SDM, hingga promosi bersama di pasar internasional. Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan sektor pariwisata nasional dan memposisikan Indonesia sebagai destinasi utama yang kompetitif di kancah global.(Yonex)





