ISLAMABAD, Jejak News – Dunia hari ini tidak sedang menyaksikan sekadar pertemuan meja bundar; kita sedang menonton sebuah teater absurditas di Islamabad. Di satu sisi, ada Washington yang datang dengan kalkulasi angka-angka trading yang dingin, dan di sisi lain, Teheran berdiri dengan memar sejarah yang belum sembuh. Perundingan sabtu ini bukan tentang perdamaian dalam makna humanis yang sublim, melainkan tentang bagaimana “akal sehat” dipaksa bernegosiasi dengan “insting kuasa”.
Pertemuan ini menjadi anomali di tengah hiruk-pikuk pasar modal global. Sementara indeks saham bergerak fluktuatif menunggu kepastian Selat Hormuz, di dalam ruangan, JD Vance dan Mohammad Bagher Ghalibaf sebenarnya sedang mempertukarkan ketidakpercayaan. Ini adalah “diplomasi sanksi” melawan “diplomasi martabat”. Ketika AS menyodorkan 15 poin yang terbaca seperti surat sita bagi kedaulatan nuklir, Iran membalas dengan 10 butir yang menuntut pengakuan eksistensial. Di sini, humanisme sedang diuji: apakah manusia di Lebanon dan pelaut di Teluk hanya akan menjadi angka dalam spreadsheet negosiasi?
Kebuntuan di Selat Hormuz bukan sekadar masalah logistik atau biaya transit US$2 juta per kapal—yang oleh pasar dianggap sebagai “pajak geopolitik”—melainkan simbol dari penyanderaan ruang publik internasional. Kita melihat bagaimana hak asasi untuk rasa aman dikomodifikasi menjadi alat tawar. Jika Islamabad gagal menjadi titik temu, maka yang kita wariskan bukan stabilitas, melainkan pembenaran atas konflik yang dipelihara oleh ego sektoral.
Pada akhirnya, Islamabad hanyalah cermin retak dari tatanan dunia yang sedang mencari bentuk. Diplomasi tanpa empati hanyalah transaksi tanpa nurani. Jika para negosiator hanya fokus pada angka tanpa melihat tetes air mata di Lebanon atau kecemasan warga di pesisir Teluk, maka perundingan ini hanyalah penundaan menuju tragedi yang lebih besar. Kita butuh lebih dari sekadar kesepakatan; kita butuh pemulihan martabat kemanusiaan di atas peta politik yang kian gersang.
Penulis: Ismail Saleh | Editor: Armand







