JN-Menteri Pekerjaan Umum (PU) memberikan perhatian serius terhadap aspirasi masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Secara khusus, Kementerian PU mendorong percepatan penanganan ruas jalan Taan–Bela’–Kopeang guna memastikan aksesibilitas warga di wilayah pegunungan tersebut kembali optimal.
Dorongan ini muncul setelah adanya laporan mengenai kesulitan akses yang dialami warga, terutama saat musim penghujan yang sering menyebabkan jalur tersebut terhambat. Jalur Taan–Bela’–Kopeang merupakan urat nadi bagi mobilisasi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat menuju pusat kota Mamuju.
“Pemerintah mendengar langsung aspirasi masyarakat. Kami telah menginstruksikan balai terkait untuk melakukan survei teknis dan menyiapkan langkah penanganan yang efektif. Pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya fokus di perkotaan, tapi harus menyentuh hingga ke pelosok seperti di Mamuju ini,” ujar Menteri PU di Jakarta, Jumat (10/04/2026).
Baca juga: Wujudkan Pariwisata Hijau, Kementerian PU Fokus pada Infrastruktur Sanitasi dan Air Bersih di Bali
Penanganan jalan ini rencananya akan melibatkan perbaikan struktur jalan dan peningkatan sistem drainase guna mengantisipasi kerawanan longsor di medan perbukitan. Kementerian PU juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mamuju untuk memastikan status lahan dan sinergi anggaran agar proyek ini dapat berjalan tepat waktu.
Masyarakat menyambut baik respons cepat kementerian ini. Diharapkan dengan membaiknya akses jalan tersebut, biaya logistik komoditas unggulan daerah dapat ditekan, sehingga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani dan geliat ekonomi lokal di wilayah Bela’ dan Kopeang.(Yonex)







