PUPR Kota Tangerang

Wujudkan Pariwisata Hijau, Kementerian PU Fokus pada Infrastruktur Sanitasi dan Air Bersih di Bali

JN-Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus menggenjot pembangunan infrastruktur terintegrasi di Provinsi Bali guna mendukung pertumbuhan sektor pariwisata nasional. Langkah ini mencakup peningkatan konektivitas jalan, pengelolaan sumber daya air, hingga penataan kawasan permukiman yang selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal.

Percepatan pembangunan ini difokuskan pada sejumlah titik strategis yang menjadi urat nadi pariwisata, termasuk optimalisasi akses menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Kementerian PU memastikan bahwa setiap proyek infrastruktur tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga estetika dan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim.

“Bali adalah wajah pariwisata Indonesia di mata dunia. Kami berkomitmen menyediakan infrastruktur yang andal dan terintegrasi, mulai dari jalan tol, jalan nasional, hingga sistem pengelolaan limbah yang modern. Tujuannya adalah memberikan pengalaman perjalanan yang mulus bagi wisatawan sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga lokal,” ujar perwakilan Kementerian PU di Denpasar, Kamis (09/04/2026).

Baca juga: Memanusiakan Ruang Urban: Kolaborasi Pemerintah-BUMN Mulai Bangun 324 Hunian Relokasi bagi Warga Bantaran Rel Senen

Salah satu proyek yang menjadi perhatian utama adalah penataan drainase dan sistem penyediaan air minum (SPAM) di kawasan padat wisata. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan air bersih serta mencegah potensi banjir saat musim penghujan. Selain itu, peningkatan kualitas jalan di lingkar Bali terus dilakukan guna mendistribusikan pergerakan wisatawan agar tidak hanya bertumpu di wilayah selatan saja.

Kementerian PU juga menjalin koordinasi ketat dengan Pemerintah Provinsi Bali dan pihak terkait untuk memastikan pembangunan tetap menjaga kelestarian alam serta situs-situs budaya. Dengan infrastruktur yang lebih kuat dan terintegrasi, pemerintah optimis daya saing pariwisata Bali akan semakin kokoh di kancah global sepanjang tahun 2026 ini.(Yonex)

Baca juga: Progres Bendungan Manikin Lampaui Target, Harapan Baru Ketahanan Pangan dan Air di NTT

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu