TANGERANG —Jejak News, Olahraga dalam lanskap modern bukan lagi sekadar pelampiasan keringat di atas aspal; ia telah bermutasi menjadi instrumen geopolitik ekonomi lokal yang paling cair. Fenomena ini tergambar jelas dalam gelaran Tangerang 10K 2026 yang berlangsung pada Minggu (13/09/2026). Rangkaian ketiga dari The Ultimate 10K Series Powered by bank bjb ini sukses mentransformasi jalan-jalan protokol Kota Tangerang menjadi arena perputaran modal kreatif dan pariwisata yang masif.
Ajang tahun ini mencatat lonjakan partisipasi yang signifikan. Kurang lebih 3.000 pelari dari berbagai penjuru tanah air memadati garis start, meningkat tajam dari kuota 2.500 peserta pada tahun sebelumnya.
Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menegaskan bahwa tingginya animo vertikal ini menjadi indikator kuat bagi kemajuan fundamental kota setelah dua kali berturut-turut menjadi tuan rumah.
“Kita melihat kemajuannya luar biasa di Tangerang 10K tahun ini. Dari 2.500 tahun lalu, hari ini tembus 3.000 peserta. Itu pun membludak pendaftarnya. Artinya tanda-tanda kemajuan setelah kedua kalinya diadakan. Tentunya ini sangat berdampak positif, baik ekonomi ataupun pariwisata, mulai UMKM hingga perhotelan pun penuh,” ujar Sachrudin saat ditemui di lokasi acara.
Dampak langsung dari sport tourism ini paling kentara dirasakan oleh industri hospitalitas. Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang periode 12–13 September 2026, rata-rata okupansi hotel di Kota Tangerang terkerek naik hingga 30 persen.
Beberapa hotel strategis bahkan mencatatkan angka keterisian kamar yang hampir mutlak:
-
- Golden Tulip Essential: 100%
- Pakons Prime Hotel: 99%
- Fikaroom: 94%
- Yellow Bee Tangerang: 93%
- Novotel Tangerang: 81,57%
Sachrudin menggarisbawahi bahwa kehadiran pelari luar kota ini menciptakan rantai pasok ekonomi yang inklusif, mulai dari sektor transportasi, kuliner, hingga ritel. Ia juga melayangkan apresiasi kepada kolaborator utama, yakni Harian Kompas dan bank bjb, serta kedewasaan warga lokal yang menjaga ketertiban rute.
“Di jalan tadi, klakson sudah berkurang dibanding tahun lalu,” tambahnya, merujuk pada meningkatnya kesadaran kolektif publik terhadap hak pengguna jalan.
Di sisi lain, Direktur Bisnis Harian Kompas, Lukminto Wibowo, memandang capaian ini sebagai fondasi menuju panggung global. Ke depan, Harian Kompas berkomitmen membawa Tangerang 10K untuk mendapatkan rekognisi internasional yang ketat.
“Saya sampaikan terima kasih sekali, terutama kepada masyarakat Kota Tangerang yang sudah menyambut baik. Ke depannya mesti konsisten, tentunya ada sertifikasi baik dari PASI, AIMS, dan Insya Allah World Athletics. Kalau sudah itu, siap-siap pelari luar negeri akan hadir. Kita akan tingkatkan terus!” tegas Lukminto optimis.
Bagi masyarakat lokal, event ini adalah validasi atas ruang hidup mereka. Rizky Pratama, warga yang menyaksikan perlombaan di Jalan TMP Taruna, mengaku bangga kotanya dipercaya memikul skala nasional. Sementara itu, Dina Maharani di Jalan Daan Mogot dan Fajar Nugraha di Jalan Jenderal Sudirman sepakat, kehadiran ribuan pelari dari luar daerah secara otomatis menggratiskan promosi budaya, kuliner lokal, dan produk UMKM melalui cerita yang dibawa pulang ke daerah masing-masing.
Pada akhirnya, Tangerang 10K bukan sekadar urusan memindahkan tubuh dari garis start ke garis finish. Itu cara berpikir yang dangkal. Event ini adalah pembuktian sosiologis bahwa ketika negara—lewat pemerintah daerah—mampu menyediakan ruang publik yang tertib dan beradab, maka kapitalisme emosional dan ekonomi akan tumbuh secara organik di sana.
Tangerang hari ini sedang memperlihatkan bahwa sebuah kota tidak dinilai dari megahnya beton birokrasi, melainkan dari seberapa lentur ia mampu menampung energi warga, merawat kultur, dan mengonversinya menjadi indeks kebahagiaan yang berputar di dompet-dompet pelaku UMKM.
Ketika sebuah kota sudah mulai bisa dinikmati tanpa riuh klakson yang neurotik, di situlah akal sehat publik sedang bekerja menggeser peradaban ke arah yang lebih bermutu. Kita tidak sedang menonton lomba lari tapi kita sedang menyaksikan kota ini berlari mengejar masa depannya yang global.
Reporter: Mulkan Siregar
Editor: Ismail Saleh
Editor: Ismail Saleh
Baca juga: Menpora Erick Thohir Dorong Optimalisasi Potensi Industri dan Wisata Olahraga Nasional





