JN-Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia mempertegas komitmennya dalam meningkatkan aspek keselamatan jalan raya bagi seluruh pengguna jalan. Guna mengejar target nihil kecelakaan (zero accident), kementerian mengintensifkan fokus perbaikan infrastruktur dan rekayasa geometrik jalan dengan menetapkan tiga titik perlintasan utama yang menjadi prioritas penanganan mendesak di jalur nasional.
Langkah taktis ini diambil berdasarkan hasil evaluasi mendalam mengenai peta kerawanan kecelakaan lalu lintas dan kepadatan volume kendaraan di lapangan. Tiga titik perlintasan prioritas tersebut mencakup wilayah pertemuan arus kendaraan, kawasan rawan longsor, serta jalur persimpangan sebidang dengan moda transportasi lain yang selama ini memiliki catatan angka fatalitas cukup tinggi.
Pihak Kementerian Pekerjaan Umum menjelaskan bahwa intervensi fisik pada tiga lokasi utama ini akan melibatkan pembangunan jembatan penyeberangan, pemasangan dinding penahan tanah, serta perbaikan marka jalan untuk memberikan panduan visual yang jelas bagi pengemudi. Selain itu, optimalisasi sistem drainase di sepanjang perlintasan tersebut turut menjadi agenda wajib demi mencegah genangan air yang berpotensi memicu aquaplaning saat intensitas hujan tinggi.
Melalui koordinasi intensif bersama Korlantas Polri dan Dinas Perhubungan, pemerintah optimistis bahwa modernisasi fasilitas jalan di area rawan ini mampu menurunkan risiko benturan dan menyelamatkan banyak nyawa. Kementerian Pekerjaan Umum mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa mematuhi rambu-rambu yang ada dan ikut menjaga keberadaan fasilitas keselamatan yang telah dibangun demi kelancaran mobilisasi bersama.(Yonex)





