TANGERANG – Jejak News, Komitmen perluasan jangkauan transformasi digital dalam sistem pelayanan publik terus digelorakan oleh Pemerintah Kota Tangerang, Banten. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangerang secara resmi kembali memperkuat implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Penguatan regulasi berbasis teknologi ini dilakukan melalui rangkaian sosialisasi masif Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang menyasar berbagai lini sektor pelayanan publik strategis secara simultan pada Jumat (29/5/2026).
Sejauh ini, jalannya sosialisasi ETPD tersebut telah sukses digelar untuk kluster pelayanan kesehatan, dunia perusahaan, serta sektor pendidikan. Otoritas terkait juga menegaskan akan terus memperluas cakupan edukasi ini hingga menyentuh sektor bisnis komersial dan industri pariwisata dalam waktu dekat. Langkah taktis ini diambil guna memastikan seluruh ekosistem pendapatan daerah dapat terintegrasi ke dalam jaringan digital yang terpadu.
Kepala Bapenda Kota Tangerang, Kiki Wibhawa, menyatakan bahwa selaku Koordinator Pendapatan sekaligus mengemban amanah sebagai sekretariat Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Bapenda menggelar kegiatan ini sebagai urat nadi utama dalam memperluas penerapan transaksi non-tunai (cashless). Hal ini bertujuan agar instrumen keuangan pada layanan publik berjalan dengan lebih praktis, transparan, aman dari potensi kebocoran anggaran, serta sepenuhnya akuntabel.
”Penerapan transaksi digital menjadi langkah penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan efisien, sekaligus memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan pembayaran daerah,” papar Kiki Wibhawa secara gamblang kepada awak media, Jumat (29/5/2026).
Melalui agenda sosialisasi yang terstruktur ini, Bapenda Kota Tangerang juga aktif mendorong peningkatan pemahaman (awareness) masyarakat luas dan para pelaku penyedia layanan terkait teknis penggunaan sistem pembayaran non-tunai dalam berbagai corak transaksi harian.
Kiki menambahkan, dengan penguatan ETPD yang terus diakselerasi secara berkala, Pemerintah Kota Tangerang menaruh harapan besar agar ekosistem transaksi digital di Kota Tangerang dapat tumbuh semakin luas. Hal tersebut diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama dalam mendukung percepatan digitalisasi daerah secara menyeluruh, inklusif, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat akar rumput.
Digitalisasi Keuangan Daerah dan Urgensi Transparansi Fiskal
Langkah progresif Bapenda Kota Tangerang dalam menggenjot ETPD ini langsung menarik perhatian publik di tingkat nasional, Fenomena ini memotret keseriusan pemerintah daerah di Indonesia dalam mengejar target inklusi keuangan digital nasional.
Bagi lanskap ekonomi makro domestik, elektronifikasi transaksi pemerintah daerah bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan instrumen krusial untuk menekan laju ekonomi bayangan (shadow economy) dan praktik pungutan liar (pungli) di lini pelayanan publik. Ketika sistem pembayaran retribusi kesehatan, sekolah, dan bisnis dialihkan ke jalur digital, setiap rupiah yang masuk ke kas daerah tercatat secara real-time dan presisi.
Jurnalisme pembangunan menilai, keberhasilan Kota Tangerang dalam menyusun standardisasi TP2DD ini dapat menjadi cetak biru (blueprint) ideal bagi daerah-daerah lain di Indonesia, khususnya wilayah penyangga ibu kota, untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna membiayai pembangunan infrastruktur publik secara mandiri tanpa ketergantungan absolut pada dana perimbangan pusat.
Mengukir Kedaulatan Finansial di Era Digital
Akselerasi ETPD yang digaungkan di Kota Tangerang adalah bukti nyata bahwa birokrasi tidak selalu harus kaku, lambat, dan berbelit-belit. Melalui ketukan digital pada sistem pembayaran pajak dan retribusi, sekat-sekat pembatas antara masyarakat dan pemerintah daerah berhasil diruntuhkan. Transaksi non-tunai adalah jembatan menuju peradaban baru tata kelola pemerintahan yang bersih, di mana transparansi diletakkan di atas segalanya.
Bagi setiap warga Kota Tangerang dan pelaku usaha yang terlibat, transformasi ini adalah bentuk kemudahan nyata yang menghemat waktu, tenaga, dan biaya operasional. Mengubah kebiasaan dari transaksi tunai menjadi digital memang memerlukan adaptasi dan edukasi yang konsisten, namun hasilnya adalah fondasi ekonomi daerah yang jauh lebih kokoh dan tepercaya.
Semoga langkah adaptif dari Kota Tangerang ini terus menggelinding menjadi bola salju perubahan yang positif, memastikan bahwa setiap rupiah pajak yang dibayarkan oleh rakyat mengalir utuh kembali untuk kesejahteraan bersama di bawah payung pemerintahan yang modern dan berintegritas.
Pewarta: Mira Fitrianingsih Lesmana,
Editor: Ismail Saleh
Editor: Ismail Saleh





