JN-Gelaran ASEAN-Japan Forum secara konkret memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan talenta industri Indonesia agar mampu bersaing dan unggul di pasar global. Pertemuan strategis multilateral ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat penyelarasan standar kompetensi kerja, transfer teknologi, serta perluasan jejaring penyerapan tenaga kerja terampil (skilled labor) dengan ekosistem industri modern di Jepang.
Langkah penguatan ini dinilai sejalan dengan peta jalan transformasi industri nasional yang membutuhkan suplai SDM berkualitas tinggi, adaptif terhadap digitalisasi, dan menguasai instrumen teknologi mutakhir (Industri 4.0).
Dalam forum tersebut, delegasi Indonesia menekankan pentingnya kolaborasi rill dalam bentuk program magang intensif, sertifikasi internasional bersama, serta pendirian pusat-pusat pelatihan vokasi unggulan (centers of excellence) yang didukung oleh pendanaan dan teknologi dari korporasi global asal Jepang. Komitmen ini diproyeksikan dapat mengikis jurang pemisah kompetensi ketenagakerjaan di tingkat regional.
“Dukungan dalam ASEAN-Japan Forum ini merupakan katalisator strategis bagi penyiapan talenta industri kita. Indonesia tidak hanya ingin menjadi pasar, tetapi juga penyedia tenaga kerja ahli yang kompeten untuk mengisi rantai pasok industri global. Kerja sama di sektor peningkatan kapasitas SDM ini harus diimplementasikan secara taktis dan terukur,” ungkap perwakilan delegasi ekonomi nasional, Kamis (28/5/2026).
Pihak kementerian teknis terkait menyatakan bahwa fokus sektor yang diprioritaskan dalam program penyelarasan talenta ini meliputi industri otomotif dan kendaraan listrik (EV), elektronika, industri kimia, hingga pengembangan teknologi informasi dan transformasi digital manufaktur.
Selain meningkatkan daya saing individu pekerja domestik, pengakuan kompetensi lintas batas melalui kerja sama internasional ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik investasi asing langsung (FDI) ke dalam negeri, karena para investor mendapatkan kepastian ketersediaan tenaga kerja lokal yang andal.
Baca juga: Menhan Suarakan Penguatan Strategi Pertahanan Negara di Hadapan Perwira Siswa Sesko TNI
Pemerintah berkomitmen untuk mengawal hasil kesepakatan ASEAN-Japan Forum ini melalui integrasi kebijakan bersama lembaga pendidikan vokasi, asosiasi industri, dan pelaku usaha. Sinergi ini diproyeksikan mampu mengakselerasi peningkatan produktivitas manufaktur nasional sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara.(Yonex)





