Akselerasi Kualitas Vokasi, Kemenperin Cetak Master Trainer Industri Kompeten

JN-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia terus memacu akselerasi kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi guna melahirkan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten dan siap kerja. Sebagai langkah taktis dan strategis, Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) secara resmi mencetak sejumlah Master Trainer industri yang diproyeksikan menjadi ujung tombak dalam menyosialisasikan dan menerapkan sistem pembelajaran vokasi dual sistem secara masif di tanah air.

Langkah penguatan ini diambil untuk menjembatani kesenjangan (mismatch) antara kompetensi yang diajarkan di lembaga pendidikan dengan kebutuhan rill struktur industri manufaktur modern saat ini.

Para Master Trainer yang telah lulus sertifikasi ini dibekali dengan metodologi kepelatihan mutakhir, pemahaman mendalam mengenai standar industri global, serta kemampuan manajerial untuk menyusun modul pelatihan yang adaptif terhadap dinamika digitalisasi teknologi (Industri 4.0). Mereka nantinya akan bertugas melatih para instruktur di perusahaan dan guru-guru SMK agar memiliki keselarasan metode pengajaran praktis di lapangan.

Baca juga: Wujudkan Kesetaraan Edukasi, SMKN 3 Kota Metro Lengkapi Sarpras RPS Listrik dan Layanan Inklusi

“Mencetak Master Trainer industri adalah pilar penting dalam agenda besar akselerasi kualitas vokasi nasional. Kita tidak hanya membutuhkan fasilitas mesin praktikum yang modern, tetapi juga pengajar dan mentor yang memiliki kompetensi tingkat tinggi untuk mentransfer ilmu secara efektif dan terukur kepada generasi muda,” ungkap perwakilan Kemenperin, Rabu (27/5/2026).

Program pencetakan Master Trainer ini juga menjadi wujud konkret dari komitmen Kemenperin dalam mempererat kemitraan strategis (link and match) antara sektor publik, lembaga pendidikan, dan asosiasi pelaku usaha (industri).

Kemenperin menegaskan bahwa keberadaan Master Trainer yang tersebar di berbagai sektor—mulai dari industri otomotif, elektronika, tekstil, hingga industri kimia—akan mempercepat proses penyerapan tenaga kerja lokal ke dalam ekosistem manufaktur yang semakin kompetitif di tingkat regional maupun internasional.

Baca juga: Melalui Forum Komunikasi Publik, Pemangku Kepentingan Satukan Langkah Wujudkan Pendidikan Bermutu

Melalui konsistensi pengembangan kapasitas SDM melalui program Master Trainer ini, Kementerian Perindustrian optimistis produktivitas dan daya saing industri nasional akan meningkat signifikan, sekaligus berkontribusi nyata dalam menekan angka pengangguran terbuka dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.(Yonex)

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu