Wujudkan Kesetaraan Edukasi, SMKN 3 Kota Metro Lengkapi Sarpras RPS Listrik dan Layanan Inklusi

JN-Setelah menanti selama dua dekade, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Kota Metro, Provinsi Lampung, akhirnya resmi memiliki fasilitas Ruang Praktik Siswa (RPS) untuk Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) serta Ruang Pelayanan Inklusi yang representatif. Kehadiran dua fasilitas baru ini menandai babak baru dalam peningkatan mutu pendidikan vokasi sekaligus penegasan komitmen kesetaraan hak belajar bagi siswa berkebutuhan khusus.

Pembangunan sarana dan prasarana (sarpras) modern ini merupakan bagian dari program akselerasi kualitas pendidikan kejuruan yang didukung oleh pemerintah melalui dana alokasi khusus bidang pendidikan, guna menyelaraskan kompetensi siswa dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Fasilitas RPS Teknik Listrik yang baru diresmikan ini telah dilengkapi dengan instrumen praktikum berbasis teknologi mutakhir, mulai dari sistem kendali otomatis hingga instalasi daya industri. Sementara itu, Ruang Inklusi disediakan khusus untuk memberikan pendampingan belajar yang ramah dan adaptif bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) agar dapat memoles potensi dirinya tanpa sekat diskriminasi.

Baca juga: Akselerasi Fasilitas Pendidikan: Menteri PU Dody Hanggodo Tinjau Langsung Percepatan Sekolah Rakyat di Wonosobo

“Kehadiran RPS Teknik Listrik dan Ruang Inklusi ini adalah jawaban atas penantian panjang keluarga besar SMKN 3 Kota Metro selama 20 tahun. Kami ingin memastikan bahwa siswa kami tidak hanya unggul secara teknis dan siap kerja di industri, tetapi sekolah ini juga mampu menjadi ekosistem pendidikan yang inklusif, ramah, dan adil bagi seluruh anak bangsa,” ungkap perwakilan manajemen sekolah, Senin (25/5/2026).

Pihak Dinas Pendidikan wilayah setempat yang turut hadir memberikan apresiasi tinggi terhadap terealisasinya proyek ini. Standardisasi ruang praktik yang sesuai dengan iklim industri diharapkan mampu mendongkrak indeks keterserapan lulusan SMK di pasar kerja lokal maupun nasional, sekaligus menekan angka pengangguran terbuka.

Selain itu, keberadaan ruang layanan inklusi di tingkat SMK dinilai sebagai langkah progresif dalam mematahkan stigma, membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan halangan bagi siswa untuk menguasai keahlian vokasional tertentu di bawah bimbingan guru pendamping khusus (GPK).

Baca juga: Sokong Pendidikan Daerah: Pembangunan Sekolah Rakyat di Pacitan Capai 50%, Kementerian PU Kebut Penyelesaian

Melalui pemanfaatan sarana baru ini, SMKN 3 Kota Metro berkomitmen untuk terus meningkatkan capaian prestasi, memperluas jaringan kemitraan dengan industri besar, serta konsisten mencetak generasi muda unggul yang kompeten, berkarakter, dan inklusif.(Yonex)

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu