JN-Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penyelesaian proyek Tol Serang–Panimbang untuk memperkuat konektivitas di wilayah Banten Selatan. Setelah sukses mengoperasikan Seksi 1 (Serang–Rangkasbitung) sejak 2021, fokus utama kini beralih pada penuntasan dua seksi sisa agar jalur ini tersambung sepenuhnya menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.
Berdasarkan data terbaru per April 2026, pembangunan menunjukkan progres signifikan:
- Seksi 2 (Rangkasbitung–Cileles): Ruas sepanjang 24,17 km ini telah mencapai progres konstruksi di atas 96% dan sempat dibuka secara fungsional untuk mendukung arus mudik Lebaran pada Maret 2026. PT Wijaya Karya Serang Panimbang menargetkan ruas ini beroperasi secara komersial sepenuhnya pada Oktober 2026.
- Seksi 3 (Cileles–Panimbang): Ruas sepanjang 33 km yang menjadi porsi dukungan pemerintah ini dibagi dalam beberapa fase. Fase 1 tercatat hampir tuntas dengan progres 97,7%, sementara fase 2 dan 3 ditargetkan rampung pada kuartal IV tahun 2026.
Meskipun menghadapi beberapa kendala teknis seperti kondisi geologis tanah yang labil dan pembebasan lahan di area perhutani, Kementerian PU optimis seluruh ruas sepanjang 83,67 km ini akan beroperasi penuh di penghujung tahun 2026. Kehadiran tol ini diprediksi akan memangkas waktu tempuh Jakarta menuju Tanjung Lesung dari semula 4-5 jam menjadi hanya sekitar 2 jam, sekaligus menekan biaya logistik hingga 30%.
Pemerintah berharap dengan tersambungnya akses jalan bebas hambatan ini, ketimpangan ekonomi antara Banten Utara dan Selatan dapat terkikis melalui pertumbuhan sektor pariwisata dan industri di Kabupaten Lebak serta Pandeglang.(Yonex)





