JN-Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya dalam mempercepat pengelolaan hutan berkelanjutan pada pertemuan Forest and Climate Leaders’ Partnership (FCLP) yang berlangsung di Nairobi, Kenya, Maret 2026. Dalam forum internasional tersebut, delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Utusan Khusus Presiden untuk Iklim dan Kehutanan menyerukan agar negara-negara maju segera merealisasikan dukungan pendanaan dan transfer teknologi untuk negara-negara pemilik hutan tropis. Indonesia menekankan bahwa tanpa aksi nyata di lapangan, target penurunan emisi global akan sulit tercapai tepat waktu.
Indonesia memaparkan keberhasilannya dalam menekan angka deforestasi ke level terendah dalam beberapa dekade terakhir melalui kebijakan moratorium permanen dan restorasi ekosistem gambut. Di hadapan para pemimpin dunia, Indonesia juga mendorong terciptanya pasar karbon yang transparan dan berkeadilan sebagai insentif bagi negara yang berhasil menjaga hutannya. Pertemuan ini diharapkan menghasilkan kesepakatan teknis mengenai mekanisme pendanaan hijau yang lebih mudah diakses oleh komunitas lokal demi kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Selain isu pendanaan, Indonesia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menangani kebakaran hutan lintas batas dan perdagangan kayu ilegal. Melalui kemitraan FCLP, Indonesia berkomitmen untuk terus menjadi pelopor dalam menjaga paru-paru dunia sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi hijau yang inklusif. Hasil dari pertemuan Nairobi ini akan menjadi poin penting yang dibawa ke konferensi iklim global mendatang sebagai bukti kepemimpinan Indonesia di sektor kehutanan.(Yonex)







