PUPR Kota Tangerang

TRAGEDI SEKOLAH! Mobil ‘MBG’ Seruduk Puluhan Siswa SD di Jakut, Dalih Sopir: Salah Injak Pedal Gas

Supir mobil box berstiker "Makan Bergizi Gratis" (MBG) terjang puluhan orang yang berada disekolah SDN Jakut , Foto DTK
JAKARTA – Sebuah insiden lalu lintas tragis terjadi di lingkungan sekolah SDN 01 Kalibaru Pagi, Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis (11/12/2025) pagi. Sebuah mobil boks berstiker “Makan Bergizi Gratis” (MBG) menerobos gerbang yang tertutup dan menabrak kerumunan siswa serta guru yang sedang melaksanakan kegiatan literasi pagi. Pengemudi, berinisial AI, berdalih insiden mengerikan ini terjadi akibat kesalahan fatal dalam mengoperasikan pedal kendaraan, di mana ia menginjak pedal gas alih-alih pedal rem.
Kronologi Kejadian
Insiden ini terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, saat kegiatan belajar mengajar baru dimulai. Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi dan rekaman CCTV, mobil bernomor polisi B 1058 PYC yang dikendarai oleh AI (sebelumnya diidentifikasi sebagai H) memasuki area sekolah dengan kecepatan yang tidak wajar.
Sopir AI diketahui menggantikan sopir utama yang sedang sakit pada hari itu. Ia terlambat mengantarkan paket makanan MBG dan diduga panik saat memasuki area sekolah yang padat aktivitas. Gerbang sekolah yang sebelumnya tertutup sempat diterobos oleh mobil tersebut. Diduga, saat mencoba menghentikan laju kendaraan di tengah kerumunan, AI justru salah menginjak pedal gas, menyebabkan mobil melaju tak terkendali dan menabrak sejumlah orang.
Total 21 korban, meliputi siswa dan guru, terluka akibat kejadian ini. Para korban segera dilarikan ke dua rumah sakit terdekat, yaitu RSUD Cilincing dan RSUD Koja, untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Edy Purwanto, mengonfirmasi alibi pengemudi.
“Keterangan dari si sopir, dia salah menginjak pedal. Seharusnya pedal rem, tapi yang diinjak pedal gas,” ujar Kompol Edy.
Pihak kepolisian telah mengamankan AI untuk pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Metro Jakarta Utara. Saat ini, status AI masih dalam tahap pemeriksaan intensif, dan polisi berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini. Proses tes urine juga telah dilakukan terhadap AI untuk memastikan tidak ada pengaruh alkohol atau obat-obatan terlarang.

Insiden ini memicu respons cepat dari Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta. Meskipun belum ada keputusan resmi terkait insiden spesifik ini, Kepala Disdik DKI Jakarta sebelumnya telah mengeluarkan imbauan tegas dan bahkan larangan bagi guru dan staf untuk membawa mobil pribadi ke lingkungan sekolah, menyusul insiden serupa yang pernah terjadi sebelumnya. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan standar keselamatan di area sekolah dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Pihak kepolisian dan Dinas Kesehatan terus memonitor kondisi para korban. Beberapa korban mengalami luka serius dan masih dalam perawatan intensif di rumah sakit, sementara yang lain telah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan rawat jalan.
Perkembangan terkini, kepolisian sedang mendalami aspek kelalaian berkendara dan memeriksa kelayakan sopir pengganti tersebut dalam mengoperasikan kendaraan operasional di area sensitif seperti sekolah. Status hukum AI sebagai tersangka diperkirakan akan ditetapkan dalam waktu dekat, bergantung pada hasil penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara.(Acep Hidayat)

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu