JN-Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menginisiasi penguatan sinergi lintas sektor guna memantapkan dimensi Indeks Keamanan Laut Nasional (IKLN) 2026. Fokus penguatan ini diarahkan ke wilayah Kalimantan Timur (Kaltim), yang kini menjadi titik sentral strategis seiring dengan perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan stabilitas keamanan maritim, perlindungan sumber daya laut, serta kelancaran jalur logistik nasional di wilayah perairan Kaltim.
Dalam koordinasi lintas kementerian dan lembaga (K/L), Kemenko Polkam menekankan beberapa aspek kunci dalam penguatan IKLN 2026:
Baca juga: Perkuat Solidaritas Palestina, Menhan Sjafrie Sambut Pejabat Baru Kedubes Palestina
-
Integrasi Pengawasan Maritim: Menyatukan sistem radar dan patroli antar-instansi (Bakamla, TNI AL, Polairud) untuk deteksi dini ancaman di perairan Kaltim.
-
Keamanan Jalur Logistik IKN: Menjamin keamanan alur pelayaran yang menyokong pembangunan dan operasional IKN dari gangguan keamanan maritim.
-
Penegakan Hukum Sumber Daya Laut: Memperketat pengawasan terhadap praktik Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing serta pencemaran laut di wilayah pesisir.
Baca juga: Pilar Stabilitas Lampung Tengah: Menhan Instruksikan Yonif TP 848/SPC Kawal Keamanan Sosial
“Kalimantan Timur adalah etalase masa depan Indonesia. Penguatan dimensi IKLN 2026 di wilayah ini bukan sekadar tugas satu lembaga, melainkan hasil sinergi lintas sektor untuk menciptakan ruang laut yang aman, terkendali, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” tegas perwakilan Kemenko Polkam.
Penguatan IKLN di Kalimantan Timur juga diharapkan menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam mengimplementasikan tata kelola laut yang efisien. Dengan stabilitas keamanan yang terjaga, Kaltim diproyeksikan mampu menarik lebih banyak investasi di sektor kelautan dan perikanan serta memperkuat kedaulatan maritim Indonesia di mata internasional.(Yonex)







