JN-Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan akselerasi pada proyek pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II yang tersebar di 104 lokasi di seluruh Indonesia. Langkah percepatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menyediakan fasilitas pendidikan yang layak, aman, dan nyaman guna mendukung terciptanya sumber daya manusia yang unggul.
Hingga akhir Maret 2026, kementerian memastikan bahwa progres fisik di lapangan menunjukkan tren positif. Pembangunan ini mencakup rehabilitasi ruang kelas, penyediaan sanitasi sekolah yang higienis, hingga pembangunan sarana pendukung pembelajaran modern di wilayah-wilayah yang masuk dalam prioritas pembangunan nasional.
Kementerian PU menekankan bahwa standar bangunan sekolah yang dibangun mengacu pada prinsip bangunan gedung hijau dan tahan gempa. Hal ini sangat krusial mengingat banyak lokasi pembangunan berada di daerah dengan kerawanan bencana tinggi, seperti di wilayah Sumatra dan Jawa.
Baca juga: Restorasi Keseimbangan Belajar, Membedah SEB Tiga Menteri tentang Pembelajaran Ramadan 1447 H
“Kami terus memantau setiap titik dari 104 lokasi Sekolah Rakyat Tahap II ini agar selesai sesuai target. Fokus kami bukan hanya pada kecepatan fisik, tetapi juga pada kualitas material dan ketahanan struktur bangunan,” ujar perwakilan teknis dari Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PU di Jakarta, Jumat (27/03/2026).
Selain pembangunan fisik, Kementerian PU juga berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah setempat terkait pemeliharaan aset pascaserah terima. Sinergi ini diharapkan dapat menjamin keberlanjutan fungsi bangunan sekolah dalam jangka panjang sehingga investasi infrastruktur pendidikan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh generasi mendatang.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya telah menyatakan dukungannya terhadap efisiensi penyerapan anggaran untuk proyek-proyek infrastruktur pelayanan publik seperti ini. Dengan tuntasnya pembangunan di 104 lokasi ini, ribuan siswa di berbagai pelosok daerah diharapkan dapat segera menempati gedung sekolah baru yang lebih representatif.(Yonex)







