JN-Pemerintah secara resmi memulai pembangunan pabrik melamin pertama sekaligus terbesar di Indonesia yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur. Langkah strategis ini merupakan bagian dari percepatan program hilirisasi industri nasional guna memperkuat struktur industri kimia dari hulu ke hilir.
Kehadiran pabrik ini diproyeksikan akan menjadi solusi bagi kebutuhan melamin domestik yang selama ini sangat bergantung pada pasokan impor. Melamin sendiri merupakan bahan baku krusial bagi berbagai industri turunan, seperti industri furnitur (lapisan kayu), peralatan makan, otomotif, hingga industri perekat (adhesive).
“Pembangunan pabrik melamin ini adalah bukti nyata bahwa Indonesia sedang bertransformasi menjadi negara produsen berbasis nilai tambah. Dengan memanfaatkan gas alam sebagai bahan baku utama, kita tidak hanya menciptakan kemandirian industri, tetapi juga meningkatkan daya saing produk manufaktur kita di pasar global,” ujar perwakilan pemerintah dalam acara groundbreaking tersebut, Kamis (9/4/2026).
Baca juga: Pemerintah Jamin Ketersediaan Energi Nasional dan Harga Terjangkau bagi Masyarakat
Pabrik yang terintegrasi di KEK Gresik ini diharapkan dapat menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar serta menciptakan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi regional Jawa Timur. Selain itu, penggunaan teknologi terkini yang ramah lingkungan dalam proses produksinya selaras dengan komitmen pemerintah menuju industri hijau.
Pemerintah optimistis bahwa dengan beroperasinya pabrik ini di masa depan, Indonesia akan mampu melakukan substitusi impor secara signifikan, sekaligus memperkuat neraca perdagangan nasional melalui potensi ekspor produk turunan melamin ke mancanegara.(Yonex)
Baca juga: Inovasi Transportasi Digital Jadi Motor Penggerak Penguatan Ekonomi Digital Indonesia







