TANGERANG, jejak-news.com-Di penghujung tahun 2025, Kota Tangerang menegaskan posisinya sebagai benteng pertahanan integritas bangsa melalui pemaparan capaian kinerja Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang. Dalam simposium media yang digelar pada Senin (22/12/25), terungkap sebuah narasi keberhasilan yang melampaui sekadar angka; ini adalah tentang penyelamatan eksistensi generasi masa depan.
Kepala BNN Kota Tangerang, Kombes Pol Vivick Tjangkung, memaparkan data monumental pasca-aktivasi kewenangan pemberantasan pada September 2025. Keberhasilan mengungkap peredaran 559.317 gram ganja di kawasan Tanah Tinggi bukan sekadar pencapaian yudisial, melainkan tindakan preventif yang menyelamatkan setidaknya 559 jiwa dari jerat adiksi.
Secara administratif dan yuridis, BNN Kota Tangerang menunjukkan efisiensi luar biasa dengan menyelesaikan 305 berkas perkara—sebuah lonjakan drastis sebesar 185% dari target awal 107 kasus. Hal ini merefleksikan dedikasi tanpa henti dalam penegakan hukum yang presisi dan akuntabel.
Dari perspektif sosiologis-medis, aspek rehabilitasi menjadi pilar krusial. Melalui Klinik Pratama, BNN telah mengintegrasikan layanan rawat jalan bagi puluhan pasien dengan dukungan ekosistem sukarelawan yang solid. Data menunjukkan bahwa mayoritas klien berada pada usia produktif dengan latar belakang pendidikan menengah, di mana faktor lingkungan menjadi determinan utama penyalahgunaan. Fenomena ini direspons dengan program TENAR (Teman Sebaya Anti Narkoba), sebuah inisiatif berbasis psikologi sosial yang memberdayakan pemuda sebagai garda terdepan perubahan.
Keberhasilan BNN Kota Tangerang tidak berdiri di ruang hampa. Di balik layar, terdapat peran fundamental Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang di bawah nakhoda Teguh Supriyanto. Sebagai dirigen stabilitas daerah, Kesbangpol telah mentransformasi kebijakan menjadi aksi nyata yang menyentuh akar rumput. 

Di bawah kepemimpinan Teguh Supriyanto, Kesbangpol tidak hanya bertindak sebagai fasilitator administratif, tetapi sebagai akselerator kolaborasi lintas sektoral. Melalui implementasi Perda Nomor 1 Tahun 2023 tentang P4GN, Teguh Supriyanto berhasil merajut jejaring kuat antara pemerintah, tokoh agama, dan komunitas akar rumput.
Kepala Kesbangpol Kota Tangerang Teguh Supriyanto saat konferensi pers akhir fahun BNN di Aula BNN Kota Tangerang, Senin (22/12/25) (foto: FIRDAUS)
Kepercayaan publik ( public trust) tumbuh pesat seiring dengan hadirnya Kesbangpol dalam memetakan wilayah rawan, seperti Kecamatan Periuk dan Karawaci, serta mengonversinya menjadi zona pemberdayaan berbasis talenta.
Salah satu terobosan intelektual yang patut diapresiasi adalah keberhasilan Kesbangpol dalam mengawal lahirnya kurikulum pencegahan narkoba yang kini telah terintegrasi di tingkat SLTP se-Kota Tangerang. Inisiatif ini merupakan investasi peradaban yang memastikan bahwa sistem pendidikan menjadi imunisasi mental bagi pelajar.
Kesbangpol Kota Tangerang, melalui orkestrasi Teguh Supriyanto, telah membuktikan bahwa penanganan narkotika membutuhkan pendekatan ” total defense” yang melibatkan kecerdasan kolektif masyarakat. Dengan semangat kolaboratif ini, Kota Tangerang tidak hanya sekadar mengejar target angka, melainkan sedang membangun warisan ( legacy) kota yang bersih dari narkoba (BERSINAR), aman, dan bermartabat.
Sinergi antara ketegasan BNN dan strategi inklusif Kesbangpol adalah bukti nyata bahwa di bawah kepemimpinan yang berintegritas, harapan akan masa depan yang gemilang bukanlah sebuah utopia, melainkan realitas yang sedang kita bangun bersama.( Abdul Manaf)








