TANGERANG, Jejak News – Estetika dan fungsionalitas bertemu dalam satu harmoni di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Tangerang. Mengawali medio 2026, pusat integrasi layanan ini tampil memukau dengan kehadiran dua pohon Pule (Alstonia scholaris) raksasa yang kini menjadi ikon baru. Bukan sekadar penghijauan, pohon pule yang artistik ini melambangkan keteduhan birokrasi di tengah pesatnya digitalisasi layanan.
Transformasi yang dimulai sejak renovasi besar Januari 2025 kini telah mencapai puncaknya. MPP Kota Tangerang tidak lagi dipersepsikan sebagai gedung pemerintahan yang kaku, melainkan ruang publik yang inklusif, megah, dan memanusiakan setiap pengunjungnya.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang, Sugihharto Achmad Bagdja , mengungkapkan bahwa pemilihan pohon Pule memiliki landasan filosofis yang dalam.
“Pohon Pule adalah simbol daya tahan dan kemanfaatan. Kami ingin MPP Kota Tangerang menjadi tempat yang meneduhkan bagi masyarakat saat menyelesaikan berbagai urusan administratif. Transformasi fisik ini sejajar dengan transformasi layanan kami yang kini lebih cepat, transparan, dan terintegrasi melalui satu pintu,” ujar Ugi, begitu sapaan akrabnya.
Ia menambahkan bahwa sejak layanan Administrasi Hukum Umum (AHU) diluncurkan pada Agustus 2025, arus pemohon meningkat signifikan, sehingga kenyamanan ruang tunggu luar ruang (outdoor) menjadi esensial.
Kenyamanan ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Arya Kusuma, seorang pengusaha muda yang sedang mengurus perizinan usaha (NIB), mengaku terkejut dengan perubahan wajah MPP saat ini.
“Dulu datang ke kantor pemerintah rasanya tegang. Sekarang, masuk ke area MPP disambut pohon pule besar dan arsitektur modern, rasanya seperti masuk ke lobi hotel atau mal. Antrean pun sudah digital lewat Tangerang LIVE, jadi saya bisa menunggu dengan santai tanpa harus berdesakan,” tuturnya
Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, memberikan apresiasi sekaligus catatan edukatif terhadap langkah Pemkot Tangerang ini. Menurutnya, penggunaan elemen alami dalam gedung pelayanan publik adalah langkah maju dalam psikologi lingkungan.
“Langkah Pemkot Tangerang menyisipkan elemen hijau seperti pohon Pule adalah bentuk urban healing. Secara intelektual, ini menurunkan tingkat stres pemohon layanan publik. Namun, saya mengingatkan agar aspek perawatan vegetasi ini dijaga secara berkelanjutan agar tetap menjadi aset estetika kota, bukan sekadar pajangan sesaat,” jelas Nirwono Joga.
Pencapaian Signifikan hingga Januari 2026
- Ekosistem Digital: Sinkronisasi penuh dengan aplikasi Tangerang LIVE untuk klaim nomor antrean berbasis geofencing.
- Inklusivitas Ekstrem: Penambahan jalur pemandu (guiding block) yang lebih luas dan area ramah anak yang edukatif.
- Layanan Super Lengkap: Lebih dari 30 instansi bergabung, menjadikan MPP ini salah satu yang terlengkap di Indonesia, sebagaimana sempat diapresiasi oleh Mendagri Tito Karnavian dalam kunjungan kerjanya.
Keberadaan pohon Pule dan gedung yang estetik ini adalah bukti nyata bahwa Kota Tangerang telah berhasil meruntuhkan sekat antara pemerintah dan rakyat melalui desain ruang yang humanis. (Tyas Puspaningsih)








