PUPR Kota Tangerang

SABOTASE BIADAB & DANA HUTANG, KSAD MELEDAK, NYALI PEMEGANG ANGGARAN DIUJI!

Jembatan
Pembangunan jembatan Bailey di Kabupaten Bireuen, Aceh di Sabotase
ACEH, jejak-news.com-Di tengah duka pascabencana banjir yang meluluhlantakkan infrastruktur vital, drama pembangunan jembatan bailey darurat justru membuka borok manajemen bencana nasional. Polemik ini bukan sekadar soal teknis konstruksi, melainkan narasi pilu tentang patriotisme yang terganjal birokrasi, sabotase “biadab” oleh oknum tak bertanggung jawab, dan jeritan hati para prajurit TNI di lapangan.
Bencana banjir bandang yang melanda Aceh pada pertengahan Desember 2025, memutus jalur utama perekonomian di lintas nasional Medan-Banda Aceh. TNI, dengan sigap, diperintahkan turun tangan memasang jembatan bailey—solusi cepat tanggap darurat.

Perintah datang, namun dukungan logistik dan anggaran operasional tersendat di meja birokrasi Jakarta. Di sinilah kisah heroik berubah menjadi dilema: para prajurit di lapangan, didorong oleh rasa kemanusiaan dan tanggung jawab, memilih jalan terjal.

Untuk memastikan material esensial seperti bahan bakar, logistik, dan komponen tambahan terbeli tepat waktu, para komandan lapangan terpaksa menggunakan skema “berhutang” kepada pemasok lokal dan bahkan mengeluarkan dana dari kantong pribadi alias dana swadaya prajurit.

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengungkapkan, sistem keuangan yang tidak jelas dari pusat memaksa mereka bertindak di luar prosedur demi kecepatan penanganan bencana.

Di tengah perjuangan menembus birokrasi dan medan sulit, muncul cobaan tak terduga, yakni sabotase.
Jembatan bailey di Teupin Mane, Bireuen, yang baru rampung, mendadak goyah. Orang Tak Dikenal (OTK) dengan sengaja melepas baut-baut vital pengikat struktur, insiden Bireuen( baut yang dicuri-red) menusuk hati prajurit.
Data Teknis Jembatan Bailey Terintegrasi (Kasus Sabotase Bireuen)
Berikut adalah tabel spesifikasi umum dari Jembatan Bailey, sebuah jenis jembatan sementara yang sering digunakan dalam situasi darurat dan konstruksi:
Komponen Spesifikasi Detail Informasi
Jenis Konstruksi Portable Pre-fabricated Steel Truss Bridge (Panel Bailey)
Bahan Utama Baja
Modularitas Terdiri dari panel-panel standar yang dapat dirakit
Fungsi Utama Akses darurat, sementara, dan militer
Keunggulan Mudah dirakit dan dibongkar, dapat disesuaikan dengan bentang yang berbeda
Kapasitas Beban Bervariasi tergantung konfigurasi dan desain
Komponen Utama Panel, Pin Panel, Stringer, Transom, Brace Frame, Chess
Jembatan Bailey dirancang untuk menjadi solusi cepat dan serbaguna dalam berbagai kondisi lapangan. Modularitasnya memungkinkan pembangunan yang relatif cepat tanpa memerlukan peralatan berat
KSAD TNI Maruli Simanjuntak mengungkapkan, sistem keuangan yang tidak jelas dari pusat memaksa mereka bertindak di luar prosedur demi kecepatan penanganan bencana. Hal ini ungkapkan Jenderal Maruli Simanjuntak dalam rapat evaluasi pada Senin (29/12/25) lalu.
“Tindakan ini biadab! Ini membahayakan nyawa masyarakat. Di saat kami berdarah-darah membangun, ada yang merusak. Ini bukan sekadar pencurian, ini sabotase!” ungkap Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dengan nada geram
Kemarahan KSAD memuncak saat membahas kendala pendanaan. Ia secara eksplisit menyindir lambatnya respons pemerintah pusat dan, secara implisit, “menyenggol” Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dinilai kurang tanggap dalam menyetujui anggaran darurat.
“Kami sudah sampaikan masalah anggaran ini berkali-kali. Jangan sampai prajurit di lapangan yang berkorban dulu baru dananya cair. Tolong DPR dan pihak terkait perhatikan ini. Ini darurat, bukan proyek normal!”  jelasnya menuntut kejelasan sistem keuangan yang berkelanjutan.
Menkeu Purbaya Dorong Percepatan
Polemik ini sampai ke telinga jajaran menteri di Jakarta. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, melalui keterangan resminya, mencoba menenangkan situasi dan menjanjikan solusi cepat.
“Kami memahami urgensi di lapangan. Kemenkeu sedang mempercepat proses reimbursement dana talangan dan alokasi anggaran bencana. Kami pastikan tidak ada dana prajurit yang ‘menggantung’ tanpa ganti. Birokrasi sedang kami pangkas untuk kasus darurat ini. Mohon bersabar, sistem sedang berjalan.” terang Purbaya
Hingga kini, upaya pemulihan terus berjalan, diiringi peningkatan pengawasan keamanan di lokasi jembatan. Berikut adalah spesifikasi proyek yang telah dan sedang dikerjakan:
Lokasi Jembatan Panjang (Meter) Status per 30 Des 2025 Jalur Terdampak
Kutablang 80 m Berfungsi Normal (Sejak 27/12) Nasional Medan-Banda Aceh
Teupin Reudep 36 m Pembangunan Dikebut Jalur Lokal Kritis
Teupin Mane (Bireuen) (Spesifikasi TBC) Terdampak Sabotase Jalur Lokal Kritis
Secara fisik, jembatan-jembatan bailey ini adalah solusi sementara. Pembangunan jembatan permanen akan memakan waktu lebih lama lagi. Polemik ini berakhir dengan komitmen pemerintah pusat untuk memperbaiki sistem pendanaan bencana yang lebih cepat dan janji TNI untuk meningkatkan pengamanan aset negara di lapangan.
Kisah ini menjadi pengingat pahit bahwa di balik heroisme penanganan bencana, masih ada PR besar birokrasi dan ancaman nyata dari oknum tak bertanggung jawab yang tega merusak fasilitas publik di saat paling rentan.(Acep Sunandar)

Baca juga: Tim Kemenag Bersihkan Lumpur di Masjid Jami' Pante Baro Pascabanjir

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu