PUPR Kota Tangerang

Progres Bendungan Manikin Lampaui Target, Harapan Baru Ketahanan Pangan dan Air di NTT

JN-Pembangunan Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan tren positif dengan capaian progres fisik yang melampaui target dari jadwal semula. Proyek strategis nasional ini diharapkan dapat menjadi solusi permanen bagi permasalahan kekeringan serta memperkuat kedaulatan pangan di wilayah tersebut.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II melaporkan bahwa percepatan pembangunan terjadi berkat koordinasi yang intensif antara pihak kontraktor, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Bendungan ini dirancang untuk menampung jutaan meter kubik air yang akan dimanfaatkan untuk berbagai sektor vital.

“Kami terus memantau pengerjaan di lapangan agar kualitas bangunan tetap terjaga meski progresnya lebih cepat dari jadwal. Bendungan Manikin bukan sekadar bangunan fisik, tapi urat nadi bagi masa depan pertanian di NTT,” ujar perwakilan teknis kementerian di lokasi proyek.

Baca juga: Target Rampung Juni 2026, Kementerian PU Percepat Pembangunan 104 Sekolah Rakyat Tahap II

Multifungsi untuk Kesejahteraan Masyarakat

Bendungan Manikin memiliki peran multifungsi yang sangat strategis bagi masyarakat Kabupaten Kupang dan sekitarnya. Selain sebagai sumber air baku, bendungan ini juga diproyeksikan untuk mendukung sistem irigasi lahan pertanian yang selama ini sangat bergantung pada curah hujan.

Manfaat utama dari keberadaan Bendungan Manikin meliputi:

  • Ketahanan Air: Menjamin ketersediaan air baku untuk kebutuhan domestik masyarakat secara berkelanjutan, terutama saat musim kemarau panjang.

    Baca juga: Sinergi Kementerian PKP dan TNI AL: 2.000 Paket Sembako Disalurkan untuk Warga MBR di Menteng

  • Irigasi Pertanian: Mengairi ribuan hektare lahan persawahan, sehingga memungkinkan petani melakukan masa tanam lebih dari satu kali dalam setahun.

  • Pengendali Banjir: Meminimalisir risiko luapan air sungai yang kerap mengancam pemukiman warga saat intensitas hujan tinggi.

  • Potensi Wisata & Energi: Membuka peluang pengembangan destinasi wisata baru serta potensi pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH).

Dengan progres yang melampaui target, pemerintah optimis Bendungan Manikin dapat segera dilakukan pengisian awal (impounding) dalam waktu dekat. Keberhasilan proyek ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui peningkatan produktivitas sektor agraria di Bumi Flobamora.(Yonex)

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu