JN-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen pemerintahannya untuk melakukan perombakan besar-besaran dalam sistem birokrasi dan regulasi ekonomi nasional. Hal ini disampaikan secara langsung dalam Forum Bisnis Indonesia-Jepang yang dihadiri oleh ratusan pemimpin perusahaan papan atas dan investor dari Negeri Sakura di Tokyo.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan bahwa Indonesia kini memasuki era baru reformasi ekonomi yang lebih terbuka, transparan, dan kompetitif. Beliau mengakui bahwa selama ini hambatan birokrasi dan tumpang tindih regulasi seringkali menjadi keluhan utama para investor mancanegara, khususnya dari Jepang yang dikenal sangat teliti dalam aspek kepastian hukum.
“Saya datang ke sini untuk memberikan jaminan bahwa Indonesia di bawah kepemimpinan saya akan menjadi mitra yang lebih baik. Kami sedang bekerja keras untuk memangkas jalur birokrasi yang berbelit-belit dan mempermudah izin investasi. Kami ingin Anda merasa aman dan nyaman menanamkan modal di Indonesia,” ujar Presiden Prabowo di hadapan para pengusaha.
Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa fokus utama reformasi ini mencakup digitalisasi layanan pemerintahan untuk meminimalisir praktik pungutan liar dan mempercepat proses administrasi. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan insentif fiskal yang lebih menarik bagi perusahaan-perusahaan yang bersedia melakukan transfer teknologi dan pengembangan sumber daya manusia lokal.
Sektor-sektor strategis seperti hilirisasi industri, energi terbarukan, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, serta pengembangan ekonomi digital menjadi prioritas kerja sama yang ditawarkan. Jepang, sebagai salah satu mitra dagang dan investor terbesar Indonesia, diharapkan dapat terus meningkatkan kontribusinya, terutama dalam transisi menuju energi bersih dan industri otomotif berbasis listrik.
Presiden Prabowo juga menggarisbawahi pentingnya stabilitas politik dan keamanan sebagai fondasi utama ekonomi. Dengan jaminan stabilitas tersebut, pemerintah optimis target pertumbuhan ekonomi nasional dapat tercapai melalui kolaborasi erat dengan kekuatan ekonomi global seperti Jepang.
“Reformasi ini bukan sekadar janji di atas kertas, melainkan langkah nyata yang sedang kami implementasikan. Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi investasi yang berkualitas dan berkelanjutan,” pungkas Presiden dalam forum tersebut.
Pertemuan ini diharapkan segera membuahkan kesepakatan konkret dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) baru yang akan mempererat hubungan bilateral kedua negara di sektor ekonomi dan teknologi dalam dekade mendatang.(Yonex)








