PUPR Kota Tangerang

Percepat Program PHTC, Pemerintah Fokus pada Pemenuhan dan Standarisasi SDM Kesehatan

JN-Pemerintah melalui kementerian terkait tengah memacu percepatan implementasi program Pre-Hospital Thrombectomy Capability (PHTC) di berbagai wilayah Indonesia. Fokus utama dalam fase ini adalah pemenuhan aspek Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan yang kompeten guna menekan angka fatalitas penyakit serebrovaskular, khususnya stroke, di tingkat prapelayanan rumah sakit.

Percepatan PHTC dinilai krusial mengingat efektivitas penanganan serangan stroke sangat bergantung pada kecepatan tindakan medis pada periode emas (golden period). Untuk itu, pemerintah menyiapkan skema pelatihan intensif bagi tenaga medis, mulai dari paramedis ambulans hingga dokter spesialis, agar memiliki standar kualifikasi yang merata di seluruh daerah.

“Kunci dari keberhasilan PHTC bukan hanya pada kecanggihan alat, melainkan pada kesiapan SDM yang mampu melakukan diagnosis cepat dan tindakan awal yang tepat sebelum pasien tiba di pusat rujukan,” ujar perwakilan pemerintah dalam keterangannya di Jakarta.

Baca juga: GUGURNYA DOKTER MUDA DI CIANJUR: Alarm Keras Ketahanan Imunisasi Dewasa dan Urgensi Perlindungan Nakes

Strategi Penguatan Kapasitas Tenaga Medis

Dalam rangka memenuhi kebutuhan SDM tersebut, pemerintah telah menyusun beberapa langkah strategis yang akan diimplementasikan secara bertahap:

  • Sertifikasi Khusus: Pemberian pelatihan dan sertifikasi khusus bagi tenaga kesehatan mengenai protokol trombektomi dan penanganan kedaruratan saraf.

  • Pemerataan Tenaga Ahli: Mendorong distribusi dokter spesialis saraf dan perawat terlatih ke wilayah-wilayah di luar Pulau Jawa untuk memperkecil kesenjangan layanan.

    Baca juga: Vidi Aldiano dan Resiliensi Enam Tahun Melawan Kanker Ginjal

  • Pemanfaatan Telemedicine: Melatih tenaga medis di daerah untuk menggunakan teknologi konsultasi jarak jauh dengan dokter ahli di rumah sakit pusat selama proses evakuasi pasien.

  • Kolaborasi Lintas Institusi: Menjalin kerja sama dengan organisasi profesi kedokteran untuk menyusun kurikulum pelatihan yang sesuai dengan perkembangan teknologi medis terkini.

Pemerintah optimistis bahwa dengan terpenuhinya aspek SDM yang berkualitas, PHTC dapat menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan nyawa dan mengurangi risiko kecacatan permanen akibat stroke bagi masyarakat luas. Investasi pada kapasitas manusia ini dipandang sebagai langkah jangka panjang yang paling efektif dalam meningkatkan indeks kesehatan nasional.(Yonex)

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu