PUPR Kota Tangerang

Pastikan Jalur Mudik Aman, Menteri PU Tinjau Mitigasi Pasca-Erupsi Semeru di Jembatan Besuk Kobokan

JN-Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lumajang untuk memantau langsung pemulihan infrastruktur pasca-erupsi Gunung Semeru, Sabtu (21/2/2026). Peninjauan ini difokuskan pada Jembatan Besuk Kobokan, infrastruktur kunci yang menghubungkan jalur nasional Lumajang–Malang, guna memastikan keamanan jalur tersebut menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Meskipun saat ini Jembatan Besuk Kobokan sepanjang 129 meter tersebut sudah bersih dari material abu vulkanik dan berfungsi normal, Menteri Dody menginstruksikan tim teknis untuk melakukan audit struktur secara menyeluruh.

Langkah antisipatif ini diambil mengingat material vulkanik yang melintasi jembatan memiliki suhu ekstrem yang berpotensi memengaruhi kekuatan material baja.

Baca juga: Imlek 2577 Kongzili, Menag: Semoga Tahun ini Membawa Kedamaian dan Kesejahteraan

“Secara visual kondisi jembatan masih baik dan fungsional. Namun, pengecekan teknis komprehensif wajib dilakukan untuk memastikan kekuatan struktur tetap aman bagi pengguna jalan,” tegas Menteri Dody di lokasi peninjauan.

Ia menambahkan bahwa langkah ini bukan sekadar perbaikan pasca-kejadian, melainkan bagian dari mitigasi risiko jangka panjang untuk menghadapi potensi erupsi susulan.

Hingga H+19 pascakejadian, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali melaporkan perkembangan signifikan:

Baca juga: Bangkit bersama, kuat bersama! SERUNI Kabinet Merah Putih hadir di Aceh Tamiang meresmikan rehabilitasi SD Negeri 1 Sungai Liput

  • Jalan Pelintas: Pembukaan lubang pelimpah dan galian alur pada segmen jalan pelintas telah rampung 100%.

  • Akses Desa: Pemasangan bronjong dan perbaikan jalan akses yang sempat terputus terus dikebut dengan pengerahan alat berat dan personel lapangan.

Sementara itu, di sektor Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas fokus menangani dampak banjir lahar yang merusak tanggul hulu kanan sepanjang 130 meter dan lahan pertanian warga. Saat ini, perbaikan tanggul menggunakan pasangan batu bronjong telah mencapai progres 65%.

Sebagai solusi permanen untuk menekan dampak bencana di masa depan, Kementerian PU memulai pembangunan dua dam pengendali lahar (sabo dam). Menteri Dody menjelaskan bahwa dalam kondisi kerusakan yang masif, membangun infrastruktur baru seringkali lebih efektif daripada melakukan rehabilitasi.

“Dua dam yang sedang kita kerjakan ini akan sangat signifikan mengurangi risiko jika terjadi erupsi kembali. Penanganan dilakukan secara bertahap untuk memperkuat sistem pengendalian lahar di kawasan Semeru,” jelasnya.

Penanganan cepat di kawasan Semeru ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian PU untuk menjamin keselamatan masyarakat dan kelancaran arus logistik. Dengan pemulihan yang tepat waktu, jalur utama Lumajang–Malang diharapkan siap melayani arus mudik Lebaran 2026 tanpa kendala berarti.(Yonex)

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu