SURABAYA, -Jejak News, Di tengah diskursus global mengenai krisis iklim yang kian mendesak, Indonesia menunjukkan bahwa kekuatan perubahan tidak selalu berawal dari meja perundingan formal, melainkan dari ketulusan aksi di tingkat akar rumput. Peringatan ASEM Day 2026 yang digelar pada Kamis (23/04) di Universitas Airlangga menjadi panggung bagi para “Local Heroes” seperti Pandawara Group, 4goodthings, dan The Sanitizer Indonesia untuk membuktikan bahwa gerakan lokal memiliki resonansi hingga ke tingkat internasional.
Mengusung tema visioner “One Planet, Infinite Responsibility,” forum kolaborasi antara Ditjen Amerika dan Eropa Kemlu RI dengan SDGs Center UNAIR ini mengupas tuntas peran generasi muda sebagai katalisator masa depan berkelanjutan. Dalam sesi bertajuk “Local Heroes, Global Impact,” para aktivis muda ini berbagi narasi tentang bagaimana konsistensi dalam mengelola sampah dan menjaga kebersihan lingkungan mampu menginspirasi jutaan orang melalui advokasi digital yang cerdas.
Duta Besar Andri Hadi, Gubernur Indonesia untuk ASEF, bersama Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Air, Retno L.P. Marsudi, secara simultan menekankan bahwa tantangan zaman seperti krisis air dunia menuntut sinergi lintas kawasan yang tanpa batas. Pesan ini diperkuat dengan fakta bahwa aksi-aksi komunitas lokal Indonesia kini telah menjadi referensi bagi mitra-mitra internasional dalam Asia-Europe Meeting (ASEM).
Intelektualitas gerakan ini juga dipadukan dengan kreativitas kontemporer melalui kompetisi media sosial yang menjadikan platform digital sebagai senjata advokasi lingkungan yang persuasif. Sebagai manifestasi nyata dari komitmen diplomatik, Dirjen Amerop Dubes Grata Endah Werdaningtyas bersama perwakilan negara mitra melakukan Sustainability Retreat ke PSEL Benowo dan Ekowisata Mangrove Wonorejo.
Simbolisasi adopsi bibit mangrove oleh para diplomat dunia di Surabaya ini bukan sekadar seremoni, melainkan janji kolektif untuk merawat ekosistem bumi. ASEM Day 2026 telah menegaskan sebuah paradigma baru: bahwa di tangan generasi muda yang beraksi lokal dengan visi global, masa depan planet yang berkelanjutan bukanlah sekadar utopia.
Pewarta: Juni Fitrianingsih| Editor: Ismail Saleh





