JN-Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tancap gas menyelesaikan pembangunan 1.301 unit rumah hunian bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera. Langkah percepatan ini dilakukan guna memastikan warga dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri 2026 di hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman, sekaligus meninggalkan tenda-tenda pengungsian darurat.
Proyek masif ini tersebar di beberapa titik strategis, termasuk salah satu lokasi prioritas di Batangtoru, Tapanuli Selatan. Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan hunian merupakan prioritas utama pemerintah dalam fase pemulihan pascabencana.
Untuk mengejar target sebelum Lebaran, Kementerian PU mengandalkan teknologi konstruksi modular. Sistem ini menggunakan komponen pracetak dan rangka baja ringan yang diproduksi secara pabrikasi sehingga proses perakitan di lapangan menjadi jauh lebih efisien.
Baca juga: Imlek 2577 Kongzili, Menag: Semoga Tahun ini Membawa Kedamaian dan Kesejahteraan
“Instruksi Presiden jelas, masyarakat harus segera keluar dari tenda dan masuk ke hunian yang layak. Dengan sistem modular, kita bisa membangun dengan cepat tanpa mengorbankan kualitas dan kekuatan bangunan,” ujar Menteri Dody.
Kementerian PU tidak hanya sekadar membangun rumah, tetapi juga menciptakan kawasan pemukiman yang sehat. Dari 1.301 unit yang dibangun, setiap kawasan hunian dilengkapi dengan:
-
Infrastruktur Dasar: Jaringan air bersih, sanitasi, dan instalasi listrik siap pakai.
-
Fasilitas Umum: Tempat ibadah (mushola), gedung serbaguna, hingga ruang terbuka hijau.
-
Sarana Sosial: Lapangan olahraga (futsal) dan taman bermain anak untuk mendukung kesehatan mental para penyintas bencana.
Hingga saat ini, progres pembangunan di berbagai titik di Sumatera menunjukkan angka yang positif, dengan rata-rata pengerjaan fisik telah melampaui 70 persen. Di lapangan, Kementerian PU mengerahkan armada alat berat secara penuh, mulai dari excavator, concrete mixer, hingga vibro roller untuk memastikan pematangan lahan dan perakitan berjalan simultan.
“Kami bekerja siang dan malam. Tim di lapangan terus memantau kualitas material dan keselamatan kerja agar target fungsional sebelum arus mudik dan Lebaran dapat tercapai,” tambah pihak kementerian.
Melalui pembangunan 1.301 rumah modular ini, Kementerian PU berharap beban psikologis dan ekonomi masyarakat terdampak dapat berkurang. Momentum Lebaran diharapkan menjadi titik balik bagi para warga untuk memulai hidup baru di lingkungan yang lebih stabil, sekaligus menunjukkan kehadiran negara yang sigap dalam menangani krisis infrastruktur pascabencana.(Yonex)







