PUPR Kota Tangerang

Menteri ESDM Paparkan Roadmap Hijau Indonesia di Jepang Tegaskan Dukungan Penuh bagi Visi Besar Presiden

JN-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM menegaskan komitmen penuh pemerintah Indonesia untuk mengawal seluruh arahan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan program hilirisasi dan transisi energi hijau. Penegasan ini disampaikan secara langsung di hadapan ratusan pebisnis dan investor papan atas Jepang dalam rangkaian forum bisnis strategis yang digelar di Tokyo. Menteri ESDM menyatakan bahwa kementeriannya akan menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap kebijakan investasi di sektor energi berjalan sesuai dengan visi besar kedaulatan ekonomi nasional.

Dalam pemaparannya Menteri ESDM menjelaskan bahwa hilirisasi sumber daya alam merupakan harga mati bagi pemerintahan saat ini guna meningkatkan nilai tambah domestik. Pemerintah Indonesia mengundang pelaku usaha Jepang untuk tidak hanya menambang tetapi juga membangun fasilitas pemurnian atau smelter serta industri manufaktur berbasis energi bersih di tanah air. Menteri menjamin bahwa kementerian akan memberikan kemudahan regulasi dan kepastian hukum bagi para mitra yang bersedia melakukan transfer teknologi serta kolaborasi jangka panjang dengan perusahaan lokal.
Terkait transisi energi Menteri ESDM memaparkan peta jalan ambisius Indonesia dalam mengejar target emisi nol bersih melalui pemanfaatan potensi energi baru terbarukan yang melimpah. Dari panas bumi tenaga surya hingga hydro Indonesia menawarkan proyek-proyek strategis yang sangat potensial untuk dikerjakan bersama teknologi mutakhir dari Jepang. Menteri menekankan bahwa arahan Presiden Prabowo sangat jelas yakni mewujudkan kemandirian energi yang ramah lingkungan sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Dalam dialog interaktif dengan para investor Jepang Menteri ESDM juga menyoroti pentingnya stabilitas pasokan energi dan efisiensi birokrasi dalam perizinan proyek strategis nasional. Beliau memastikan bahwa kementeriannya terus melakukan reformasi internal untuk memangkas jalur birokrasi yang menghambat investasi di sektor ketenagalistrikan dan minerba. Hal ini dilakukan demi menciptakan iklim usaha yang kompetitif dan transparan sesuai dengan janji yang disampaikan Presiden Prabowo kepada para pemimpin dunia.
Pertemuan di Tokyo ini diharapkan menjadi katalisator bagi masuknya aliran modal baru dari Jepang ke sektor energi hijau Indonesia dalam waktu dekat. Menteri ESDM menutup penyampaiannya dengan menegaskan bahwa Indonesia siap menjadi mitra strategis utama Jepang dalam membangun ekosistem industri hijau di kawasan Asia. Sinergi antara kebijakan tegas pemerintah Indonesia dan keunggulan teknologi Jepang diyakini akan membawa dampak positif bagi kemakmuran bersama dan ketahanan energi di tingkat global.(Yonex)

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu