PUPR Kota Tangerang

Menimbang Narasi “Infiltrasi” dan Kedaulatan Nasional

Ilustrasi peta dunia dengan fokus pada kedaulatan wilayah Indonesia dalam menghadapi dinamika keamanan global.
Kedaulatan Tak Tergoyahkan: Posisi diplomasi Indonesia tetap teguh pada prinsip kemanusiaan dan hukum internasional di tengah dinamika ketegangan geopolitik global.

Pernyataan provokatif yang dikaitkan dengan Mayor Jenderal Jacoob Ariel Ashaabi dari entitas yang disebut “Batalyon Infiltrasi Serangan Senyap Global” telah memicu diskusi hangat di ruang digital Indonesia. Mengingat sensitivitas isu geopolitik antara Indonesia dan Timur Tengah, penting untuk meninjau narasi ini melalui kacamata intelektual-humanis dan verifikasi faktual guna menjaga stabilitas informasi publik.

Jejak News-Dalam diskursus hubungan internasional, ancaman yang bersifat asimetris seperti “keberadaan agen di mana-mana” sering kali digunakan sebagai instrumen psychological warfare (perang urat syaraf) untuk melemahkan posisi tawar suatu negara. Namun, bagi Indonesia, prinsip politik luar negeri Bebas Aktif tetap menjadi kompas utama. Dukungan Indonesia terhadap isu kemanusiaan global, khususnya di Timur Tengah, bukan sekadar “ikut campur”, melainkan mandat konstitusi untuk menghapuskan penjajahan di atas dunia.
Merespons dinamika eskalasi global dan ancaman-ancaman yang beredar di media, pemerintah Indonesia melalui otoritas terkait memberikan penegasan. Juru Bicara Kemlu  Lalu Muhamad Iqbal secara konsisten menegaskan bahwa Indonesia tidak akan goyah oleh intimidasi dalam menyuarakan keadilan internasional.
Indonesia memandang bahwa perdamaian global hanya bisa dicapai melalui penghormatan terhadap hukum internasional, bukan melalui ancaman serangan terhadap ibu kota negara berdaulat, Pihak intelijen Indonesia, melalui Deputi Komunikasi dan Informasi, kerap menekankan bahwa sistem pertahanan dan keamanan nasional (Sishankamrata) selalu dalam kondisi siaga untuk mendeteksi ancaman infiltrasi asing.
Pernyataan mengenai “orang kami ada di sekitarmu” sering kali dinilai sebagai retorika untuk menciptakan ketakutan (fear-mongering) di tingkat akar rumput. Senada dengan hal tersebut, Panglima TNI senantiasa menegaskan komitmen menjaga kedaulatan wilayah, termasuk ruang siber dan intelijen. Indonesia memiliki kemampuan kontra-infiltrasi yang mumpuni untuk memastikan “jantung ibu kota” tetap aman dari gangguan pihak luar.

Pemerintah Indonesia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh narasi yang belum terverifikasi keabsahannya. Kedewasaan dalam menyaring informasi adalah benteng pertama pertahanan nasional di era digital.

Indonesia tetap berkomitmen pada jalur diplomasi damai dan tidak akan membiarkan kedaulatan serta martabat bangsa didikte oleh tekanan pihak mana pun. Fokus pada penguatan ekonomi domestik dan persatuan nasional adalah jawaban terbaik atas segala bentuk ancaman global.( Ananta Fathur)

Baca juga: Tiba di London, Presiden Prabowo Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia - Inggris

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu