PUPR Kota Tangerang

Menelisik Sejarah Kuliner Ikonik Cirebon yang Kaya Rempah dan Sejarah

Kuliner cirebon
Aneka Kuliner Ikonik Cirebon yang melegenda

JN-Makanan Cirebon, bukan hanya mencerminkan akulturasi budaya, kondisi sosial, tapi juga sejarah masa lalu seperti masa kerja paksa atau penyebaran agama Islam. Makanan seperti Nasi Jamblang awalnya dibuat untuk para pekerja paksa dan kini menjadi kuliner ikonik, begitu juga Docang  ada sejak zaman Wali Songo dengan kisah misterius. Sementara Empal Gentong juga memiliki akar sejarah dari budaya Timur Tengah yang disesuaikan dengan cita rasa lokal dan dimasak dengan wadah tanah liat unik bernama gentong.

Selain makanan Cirebon yang sangat kaya akan sejarah, juga mencerminkan lokasinya sebagai titik temu budaya Sunda dan Jawa, serta peranannya sebagai kota pelabuhan dan pusat perdagangan sejak zaman dahulu. Kuliner Cirebon juga menunjukkan adanya akulturasi dengan budaya Tionghoa dan pengaruh masa kolonial Belanda.

Berikut adalah beberapa makanan khas Cirebon yang paling terkenal:

Baca juga: BGN Kenalkan MBG Secara Langsung di CFD Depok

1.Nasi Jamblang

Nasi jamblang, kuliner khas Cirebon
Kuliner ikonik Cirebon  Jawabarat

Sejarah makanan Cirebon, mencerminkan lokasinya sebagai titik temu budaya Sunda dan Jawa, serta peranannya sebagai kota pelabuhan dan pusat perdagangan sejak zaman dahulu. Kuliner Cirebon juga menunjukkan adanya akulturasi dengan budaya Tionghoa dan pengaruh masa kolonial Belanda, Makanan ini berasal dari Desa Jamblang, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa barat.

Nasi jamblang awalnya diperuntukkan bagi pekerja pada masa kolonial Belanda yang membangun jalan Anyer-Panarukan, Nasi Jamblang disajikan untuk para pekerja paksa (kuli) yang membangun pabrik gula dan jalan raya pada masa pemerintahan kolonial Belanda, sekitar pertengahan abad ke-19.

Baca juga: Asal Muasal Nama Gudeg, Makanan Khas Yogyakarta yang Wajib Pecinta Kuliner Tau

Makanan ini dibungkus dengan daun jati untuk menjaga kesegaran dan jumlah banyak. Nama “Jamblang” berasal dari nama desa di barat Cirebon tempat makanan ini pertama kali populer.

Salah satu ikon kuliner Cirebon ini memiliki akar sejarah yang kuat, ciri khas utamanya adalah penggunaan daun jati sebagai pembungkus nasi. Daun jati dipilih karena pori-porinya dapat menjaga nasi tetap segar dan memberikan aroma khas tanpa cepat basi, yang sangat fungsional untuk perbekalan para pekerja pada zaman itu. Nasi yang digempal dan dibungkus dengan daun jati ini. Saat ini menjadi kuliner populer yang disajikan secara prasmanan dengan berbagai pilihan lauk.

2.Docang

Kuliner khas Cirebon
Docang, Kuliner khas Cirebon Jawabarat

Docang adalah makanan tradisional Cirebon yang biasa disantap saat sarapan, hidangan ini terdiri dari potongan lontong, irisan sayur, kerupuk, dan parutan kelapa. Ciri khas makanan ini terdiri dari lontong, parutan kelapa, daun singkong, tauge, kerupuk, dan kuah dage (dari fermentasi tempe) yang rasanya asam manis.

Menurut ahli sejarah, Docang sudah ada sejak zaman Sunan Gunung Djati, konon diciptakan sejak zaman Wali Songo, bahkan ada cerita bahwa makanan ini dibuat untuk meracuni para wali, namun mereka justru menyukainya. Asal kata “docang” konon merupakan singkatan dari “godhogan kacang” (rebusan kacang), atau singkatan dari “bodo, oncom, dan kacang hijau” yang dijadikan tauge.

3.Empal Gentong

Empal Gentong
Empal Gentong, Kuliner ikonik Cirebon Jawabarat

Dibuat dari potongan daging sapi, babat, atau usus yang dimasak dengan bumbu dan rempah kaya dalam gentong (wadah masak dari tanah liat). Secara tradisional, Empal Gentong dimasak dalam gentong (panci tanah liat) dan menggunakan kayu bakar untuk menjaga cita rasa dan aroma khasnya, yang menjadi asal usul namanya.

Empal Gentong merupakan hidangan berkuah kaya rempah yang juga memiliki sejarah panjang, sejak Abad ke-14 hidangan ini dipercaya sudah ada  dan menjadi simbol akulturasi budaya di Cirebon.Penggunaan daging sapi dan kuah santan merupakan hasil perpaduan budaya Jawa, Tionghoa (yang membawa teknik memasak berkuah), dan Arab (yang memperkenalkan rempah-rempah).

Makanan ini juga di pengaruh kuliner Timur Tengah yang dibawa oleh pedagang Arab ke Cirebon dan disesuaikan dengan lidah setempat.

4,Kerupuk Melarat

Krupuk Melarat
Krupuk khas Cirebon

Terbuat dari singkong dan tepung aci, awalnya disebut kerupuk mares, makanan ini muncul saat masa tanam paksa Belanda, ketika masyarakat Cirebon dipaksa menanam tanaman komoditas tinggi seperti gula dan kopi sehingga tidak bisa menanam padi dan kini menjadi oleh-oleh khas Cirebon yang populer.

Kuliner Cirebon mencerminkan sejarah kota tersebut yang dinamis, dengan makanan yang berakar dari kebutuhan masyarakat lokal, pengaruh kerajaan, hingga interaksi dengan berbagai budaya lain selama berabad-abad.(R/SDA)

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu