JN-Komitmen Pemerintah dalam menata kawasan kumuh perkotaan tanpa mengesampingkan aspek kemanusiaan kembali diwujudkan melalui proyek strategis di jantung Ibu Kota. Kolaborasi lintas sektor antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi memulai pembangunan 324 unit hunian relokasi yang diperuntukkan bagi warga yang selama ini menempati area berisiko tinggi di bantaran rel kereta api kawasan Senen, Jakarta Pusat.
Langkah ini diambil sebagai solusi permanen atas persoalan keselamatan dan kualitas hidup masyarakat di zona merah perkeretaapian. Pembangunan hunian ini mengusung konsep hunian vertikal yang sehat, aman, dan terintegrasi dengan akses transportasi publik, sejalan dengan visi transformasi perkotaan yang berkelanjutan.
“Inisiatif ini adalah bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan solusi afirmatif bagi warga terdampak pembangunan infrastruktur. Kita tidak hanya memindahkan orang, tetapi memindahkan harapan ke ruang hidup yang lebih bermartabat, legal, dan memiliki standar sanitasi serta keamanan yang jauh lebih baik,” ungkap perwakilan kementerian dalam seremoni peletakan batu pertama, Jumat (3/4/26).
Sinergi dengan BUMN dalam penyediaan lahan dan pembiayaan konstruksi menjadi kunci akselerasi proyek ini. Dengan target penyelesaian yang terukur, hunian ini diharapkan menjadi percontohan (prototype) bagi penataan kawasan serupa di kota-kota besar lainnya, termasuk mitigasi kawasan padat di pinggiran sungai seperti yang dilakukan di wilayah Periuk, Tangerang.(Yonex)








