KARAWANG, Jejak News – Sebuah pemandangan yang mendobrak pakem birokrasi tersaji di kawasan Totoang Tanjung, Babakan Loa, pada Rabu (11/2/2026). Di tengah hembusan angin sawah yang asri, Kepala Kelurahan Plawad,Nabiyil Anzal Diaswara, S.Tr.IP., M.A., secara resmi mengukuhkan pengurus RW 06 serta jajaran Ketua RT 23 hingga 26. Pemilihan lokasi di ruang terbuka ini bukan sekadar estetika, melainkan sebuah pernyataan politik-humanis bahwa kepemimpinan sejatinya lahir dan mengakar dari rakyat.
Keputusan Lurah muda lulusan IPDN ini untuk melantik para pengurus lingkungan di “halaman depan” rumah warga—bukan di ruang tertutup kantor kelurahan—mendapat apresiasi luas dari masyarakat sekitar. Warga yang melintas maupun yang bermukim di sekitar persawahan terlihat antusias menyaksikan prosesi tersebut. Langkah ini dianggap berhasil meruntuhkan sekat formalitas yang selama ini sering membuat masyarakat merasa canggung terhadap institusi pemerintahan.
“Kami ingin birokrasi itu terlihat nyata, bukan sekadar administrasi di atas kertas. Dengan melantik langsung di wilayah, masyarakat bisa melihat, mengenal, dan menaruh harapan langsung kepada pemimpin mereka,” ujar Nabiyil dengan penuh keyakinan. Ia menegaskan bahwa pola komunikasi door-to-door dan kehadiran fisik di lapangan adalah harga mati untuk menyerap aspirasi warga secara presisi, sejalan dengan jargon “Karawang Maju” yang tengah digelorakan.
Sinergi yang dibangun Nabiyil bersama pengurus RW 06 diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan yang merata. Baginya, RT dan RW adalah ujung tombak pelayanan publik yang paling krusial. Kehadiran birokrat muda dengan pendekatan personal ini membawa angin segar bagi tata kelola lingkungan di Plawad, di mana penyelesaian masalah warga kini diprioritaskan melalui pemetaan langsung di lokasi kejadian.
Pelantikan unik di tengah hamparan sawah Plawad ini adalah pengingat bahwa di era digital 2026, sentuhan humanis dan kehadiran fisik seorang pemimpin tetap tidak tergantikan. Dengan mengukuhkan pengurus lingkungan di tengah rakyatnya sendiri, Lurah Nabiyil Anzal Diaswara tidak hanya sedang melantik jabatan, tetapi sedang menanam kepercayaan—bahwa pembangunan di Karawang dimulai dari langkah nyata di setapak sawah hingga ke pintu-pintu rumah warga.(Mas Budi)







