PUPR Kota Tangerang

KPK Luncurkan KIRANA: E-Learning Interaktif, Dukung Kinerja Pemberantasan Korupsi Lebih Optimal

JN-Demi menunjang kinerja pemberantasan korupsi yang lebih optimal dan berorientasi peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) menyeluruh, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperkenalkan Kompas Interaktif Transformasi Digital atau “KIRANA”—platform e-learning interaktif berbasis cerita, sebagai simbol percepatan transformasi digital. Peluncuran secara daring, Jumat (12/12) ini, menandai dimulainya babak baru peningkatan kompetensi insan KPK melalui pembelajaran modern, fleksibel, dan berkelanjutan.

Wakil Ketua KPK, Agus Joko Pramono, menegaskan “KIRANA” hadir guna mengatasi tantangan terbesar transformasi digital, yaitu perubahan perilaku kerja. Menurutnya, transformasi digital bukan sekadar agenda pendukung, namun, kunci bagi KPK menjaga relevansi dan efektivitas di tengah pemberantasan korupsi yang semakin kompleks.

“Teknologi hanya alat, karena mesin, software, dan sistem tidak bermakna tanpa manusia yang cerdas, etis, dan berorientasi kinerja dalam memanfaatkannya,” ujar Agus.

Baca juga: BPSDM Komdigi Dorong UMKM Go Digital Lewat Pelatihan Digital Dasar (PDD) Batch 2

Lebih lanjut, Agus menegaskan sebuah prinsip penting yaitu investasi terbesar KPK bukan pada perangkat lunak atau perangkat keras, melainkan pada talenta setiap insan KPK. Pasalnya, meski aplikasi dan infrastruktur digital sudah tersedia, masih ditemukan pegawai dengan pola kerja manual.

Karena itu, “KIRANA” hadir sebagai sarana menumbuhkan kesadaran, memperkuat pemahaman, serta mengarahkan pegawai menjadi driver of change. “Melalui pembelajaran terstruktur, kita membangun digital mindset atau cara berpikir lincah, terbuka, dan berbasis data. Kita juga memperkuat digital skills,” tambah Agus.

Agus turut mengajak seluruh insan KPK memanfaatkan “KIRANA” dan platform e-learning sebagai dari komitmen bersama, memperkuat kapasitas organisasi. Terlebih, KIRANA dirancang fleksibel, yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja, serta dilengkapi materi terbaru guna memastikan relevansi kompetensi seluruh pegawai dengan kebutuhan organisasi.

Baca juga: BPSDM Komdigi Rangkul 35 Mitra Strategis untuk Perluas Literasi Digital dan Kembangkan Talenta Digital

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi, Yonathan Demme Tangdilintin, memperkenalkan “KIRANA” sebagai e-learning berbasis story-driven learning, yang dikembangkan bersama Direktorat Manajemen Informasi (DMI).

“KIRANA adalah jembatan menuju KPK modern, agile, dan berintegritas. Melalui pendekatan naratif, kita ingin menyadarkan, memperluas pemahaman, sekaligus mengubah perilaku kerja,” jelas Yonathan.

KIRANA memanfaatkan empat karakter utama penyampaian pesan transformasi secara ringan dan mudah dipahami melalui sosok Aria, representasi pegawai KPK yang siap bertransformasi digital; Dr. Corpu, simbol insan KPK yang haus pengetahuan, pembangun awareness dan pemahaman dasar; Damar, gambaran pegawai yang masih ragu dan perlu pendampingan; serta KIRANA, pegawai KPK dari masa depan sekaligus kompas penunjuk arah transformasi digital.

“Materi dikemas melalui multimedia interaktif seperti video, animasi, infografis, simulasi singkat, hingga produksi yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI),” katanya.

Nantinya, Keempat karakter ini akan mengantar peserta melalui lima episode utama yang menjelaskan urgensi perubahan, konsep digitalisasi, keterkaitan dengan misi pemberantasan korupsi, hingga strategi menghadapi tantangan dalam proses transformasi.(IMH)

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu