PUPR Kota Tangerang

Ketika Kembang Api Rakyat Pati Menjadi “Pesan Keras” bagi KPK

Ratusan warga Pati menyalakan kembang api dan flare di alun-alun sebagai bentuk perayaan atas penetapan tersangka Bupati Sudewo oleh KPK, 20 Januari 2026
Euforia warga Pati di alun-alun menyambut penetapan tersangka Bupati Sudewo. Aksi ini meluapkan kekecewaan bertahun-tahun atas dugaan skandal 'Tim 8' dan pungli jabatan perangkat desa. (Foto: Dok. Warga)
PATI, Jejak News – Di tengah keprihatinan nasional setiap kali ada pejabat daerah yang tersangkut kasus korupsi, Kabupaten Pati justru menyajikan narasi berbeda. Ratusan warga tumpah ruah di Alun-alun Pati, menyalakan kembang api dan membentangkan spanduk ucapan terima kasih kepada KPK. Ekspresi euforia ini adalah sebuah potret “kemarahan yang mengkristal” dan katarsis sosial atas sebuah rezim korupsi yang dinilai mencekik langsung sendi kehidupan masyarakat desa.
Perayaan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan operasi senyap KPK, terkuak dugaan skandal korupsi yang sangat terstruktur, melibatkan mesin pungli yang dikenal sebagai “Tim 8”. Modusnya menyasar sektor paling fundamental: jual beli jabatan perangkat desa.
Harga satu kursi perangkat desa dipatok Rp125 juta oleh lingkaran inti bupati, lalu dimark-up oleh para penghubung menjadi kisaran Rp150 juta hingga Rp225 juta. Praktik ini memaksa warga berutang atau menjual aset demi pekerjaan, menghancurkan integritas pelayanan publik di level akar rumput.
Dramatika kasus ini semakin nyata dengan temuan uang tunai Rp2,4 miliar dalam karung, serta upaya sistematis dari para pelaku untuk menghilangkan barang bukti dengan mereset ponsel mereka saat operasi senyap KPK berlangsung. Kebungkaman para pelaku baru terbuka setelah Bupati Sudewo menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Kudus.
Bagi warga Pati, kembang api di alun-alun adalah simbol runtuhnya “dinasti pungli” yang dianggap tak tersentuh. Ini adalah pesan keras kepada Jakarta: keadilan yang telat tetap lebih baik daripada tidak datang sama sekali, dan rakyat akan selalu mengenang siapa yang berpihak pada kebenaran.(Ananta Fathur)

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu