PUPR Kota Tangerang

Kementerian PU Tetap Siagakan Layanan Air Bersih bagi Pengungsi di Agam Pascabencana Susulan

JN-Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus hadir untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Agam, khususnya untuk akses terhadap air bersih tetap terpenuhi. Dukungan sarana dan prasarana air bersih tetap dioptimalkan mengingat wilayah Kabupaten Agam sempat mengalami bencana susulan di Kecamatan Tanjung Raya yang berdampak pada aktivitas dan kondisi pengungsian warga.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa kehadiran pemerintah pusat sangat penting dalam situasi bencana seperti ini untuk menjamin kesehatan dan kenyamanan warga terdampak.

“Prinsip kami adalah memastikan masyarakat terdampak mendapatkan layanan dasar yang layak dan aman selama masa tanggap darurat,” kata Menteri Dody.

Baca juga: Menteri PKP Buka Puncak Natal Nasional 2025 Bersama Presiden Prabowo Subianto

Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, hingga Selasa (6/1/2026) masih terdapat pengungsian warga yang berlokasi di SMP Negeri 1 Maninjau. Pengungsian menampung sekitar 44 kepala keluarga yang berasal dari Jorong Pasar Maninjau.

Untuk mendukung kebutuhan air bersih di lokasi pengungsian SMP Negeri 1 Maninjau dan sekitarnya, Kementerian PU telah mengoperasikan sistem penyediaan air minum tanggap darurat (SiPly MTA) serta menyalurkan 2 unit hidran umum (HU) berkapasitas 2.000 liter.

Selanjutnya Pasar Maninjau sebanyak 1 unit hidran umum kapasitas 2.000 liter melayani sekitar 220 jiwa, Jorong Pasar, Kelurahan Maninjau sebanyak 1 unit hidran umum kapasitas 2.000 liter melayani sekitar 200 jiwa, dan Muara Pisang sebanyak 1 unit hidran umum kapasitas 2.000 liter melayani sekitar 201 jiwa.

Baca juga: Kementerian PU Identifikasi Kerusakan Bendung dan Jaringan Irigasi D.I. Pante Lhong di Kab. Bireuen

Secara keseluruhan total hidran umum yang telah disalurkan Kementerian PU melalui Tim Tanggap Darurat Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat di wilayah terdampak Kabupaten Agam mencapai 22 unit. Seluruh sarana tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, baik di lokasi pengungsian maupun di kawasan permukiman terdampak.(IMH)

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu