JN-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berkomitmen mengoptimalkan transformasi digital bagi sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) guna mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah ini difokuskan pada dua pilar utama: digitalisasi proses produksi (Industri 4.0) dan optimalisasi pemasaran melalui platform online.
Melalui program unggulan seperti e-Smart IKM, Kemenperin memberikan pendampingan intensif bagi para pelaku usaha untuk masuk ke dalam ekosistem digital. Hal ini tidak hanya terbatas pada pembukaan toko di marketplace, tetapi juga mencakup pengelolaan media sosial, pembuatan konten kreatif, hingga manajemen basis data pelanggan yang lebih profesional.
“Transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan bagi IKM untuk bertahan dan berkembang. Kami ingin memastikan IKM nasional tidak hanya menjadi penonton di pasar digital, tetapi mampu menjadi pemain utama dengan produk-produk yang berkualitas dan strategi pemasaran yang tepat,” ujar perwakilan Kemenperin di Jakarta, Kamis (09/04/2026).
Baca juga: Pemerintah Jamin Ketersediaan Energi Nasional dan Harga Terjangkau bagi Masyarakat
Selain pemasaran, Kemenperin juga mendorong implementasi teknologi digital pada sisi manajemen usaha, seperti sistem pembukuan digital dan manajemen stok barang. Dengan data yang terintegrasi, pelaku IKM diharapkan dapat mengambil keputusan bisnis yang lebih akurat serta mempermudah akses mereka terhadap pembiayaan perbankan.
Kemenperin juga aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai platform e-commerce besar dan penyedia jasa logistik untuk memberikan fasilitas promosi serta tarif pengiriman yang kompetitif bagi produk-produk IKM. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan serapan produk dalam negeri (P3DN) serta memperluas jangkauan ekspor melalui kanal-kanal perdagangan digital internasional.(Yonex)
Baca juga: Inovasi Transportasi Digital Jadi Motor Penggerak Penguatan Ekonomi Digital Indonesia







