JN-Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DIY tengah memacu pekerjaan preservasi dan perbaikan infrastruktur pada ruas jalan nasional Pemalang hingga Pekalongan. Proyek strategis ini ditargetkan mencapai kondisi mantap sepenuhnya pada H-10 Lebaran 2026 guna menyambut jutaan pemudik yang akan melintasi Jalur Pantura.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menginstruksikan percepatan pengerjaan di titik-titik krusial yang mengalami kerusakan permukaan akibat beban kendaraan logistik dan faktor cuaca. Ruas Pemalang–Pekalongan menjadi perhatian khusus karena merupakan salah satu titik leher botol (bottleneck) yang kerap mengalami kepadatan volume kendaraan saat masa libur panjang.
Lingkup pekerjaan preservasi ini meliputi penambalan lubang (patching) secara menyeluruh, pelapisan ulang aspal (overlay) pada bagian jalan yang bergelombang, serta pembersihan saluran drainase di sisi jalan. Langkah antisipasi pada drainase dilakukan secara intensif untuk mencegah terjadinya genangan air yang dapat mempercepat kerusakan aspal dan mengganggu jarak pandang pengendara saat hujan lebat.
“Ruas Pemalang–Pekalongan ini adalah nadi utama logistik dan mobilitas masyarakat di Jawa Tengah. Kami memastikan seluruh tim di lapangan bekerja optimal agar tidak ada pekerjaan fisik yang tersisa saat arus mudik dimulai. Target kami adalah zero pothole atau bebas lubang di sepanjang jalur utama ini,” ujar pihak kementerian dalam pemantauan teknis di lapangan.
Selain perbaikan badan jalan, Kementerian PU juga melakukan pemeliharaan pada fasilitas keselamatan jalan, seperti pengecatan ulang marka jalan agar lebih jelas terlihat pada malam hari serta pengecekan kesiapan lampu penerangan jalan umum (PJU). Di beberapa titik rawan genangan, petugas juga disiagakan bersama pompa air portable sebagai bentuk mitigasi bencana banjir rob yang kerap mengancam pesisir utara.
Dengan percepatan preservasi ini, diharapkan kelancaran lalu lintas di wilayah Jawa Tengah bagian barat dapat terjaga, sekaligus menekan risiko kecelakaan yang disebabkan oleh kondisi infrastruktur yang tidak memadai.(Yonex)







