JN-Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengebut pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana di Sumatera. Salah satu prioritas utama adalah Huntara Batangtoru yang terletak di Desa Napa, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, yang kini pembangunannya telah memasuki tahap akhir.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa proyek ini merupakan amanat langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan warga terdampak bencana tidak berlama-lama tinggal di tenda pengungsian.
Menteri Dody menyampaikan bahwa prioritas kementerian saat ini adalah memindahkan masyarakat ke tempat yang lebih manusiawi agar martabat dan kesehatan mereka terjaga selama masa pemulihan.
“Yang terpenting masyarakat bisa segera masuk ke rumah dan keluar dari tenda. Kami mendorong percepatan di berbagai titik agar warga bisa tinggal dengan aman, layak, dan tenang,” ujar Menteri Dody.
Di Batangtoru, sebanyak 245 unit huntara yang terbagi dalam 21 blok sedang disiapkan. Hunian ini akan menampung 245 Kepala Keluarga (KK) yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana banjir.
Hingga saat ini, progres fisik pembangunan telah menyentuh angka 70 persen. Untuk mencapai target tersebut, Kementerian PU mengerahkan alat berat secara masif, mulai dari excavator hingga vibro roller.
Secara teknis, huntara ini tidak dibangun sembarangan. Pemerintah menggunakan sistem modular dengan rangka baja ringan. Teknologi ini dipilih karena tiga keunggulan utamanya:
-
Cepat: Proses perakitan jauh lebih singkat dibanding bangunan konvensional.
-
Kokoh: Mampu menahan beban struktur dengan standar mutu konstruksi yang terjaga.
-
Adaptif: Mudah dibangun di berbagai kondisi medan pascabencana.
Kementerian PU tidak hanya membangun dinding dan atap, tetapi juga sebuah kawasan yang menunjang kehidupan sosial warga. Kawasan Huntara Batangtoru dirancang layaknya sebuah perkampungan mandiri dengan fasilitas pendukung:
-
Kebutuhan Dasar: Jaringan air bersih, sanitasi, instalasi listrik, dan toilet komunal.
-
Fasilitas Umum: Mushola, gedung serbaguna, dan ruang komunal.
-
Fasilitas Anak & Olahraga: Taman bermain anak dan lapangan futsal.
Penyediaan fasilitas ini bertujuan agar masyarakat tetap produktif dan anak-anak dapat bermain dengan ceria meskipun berada di lokasi pengungsian sementara.
Melalui percepatan ini, Kementerian PU berkomitmen untuk terus menjaga kelayakan lingkungan selama masa transisi. Dengan progres yang sudah mencapai 70 persen, diharapkan dalam waktu dekat warga Desa Napa dan sekitarnya dapat memulai babak baru kehidupan mereka di hunian yang lebih stabil dan nyaman.(Yonex)







