Pemicu awal yang paling mencolok adalah kehadiran Peter Berkovic, akademisi yang kerap diasosiasikan dengan sikap pro-Israel, dalam acara yang digelar PBNU dan Universitas Indonesia (UI) pada Agustus 2025. Tindakan ini memicu petisi keras dari komunitas UI Student for Justice in Palestine, yang menuntut Gus Yahya mundur dari Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UI dan Ketum PBNU.
Perbedaan Visi dan Tata Kelola Organisasi juga menjadi bagian pemicu konflik ini, Pihak Syuriyah (otoritas tertinggi PBNU) menilai pelaksanaan program kerja Gus Yahya, seperti Akademi Kepemimpinan Nasional (AKN NU), tidak memenuhi ketentuan dan prosedur organisasi yang berlaku. Adanya perbedaan visi dalam mengelola organisasi menjadi akar masalah fundamental, di mana sebagian pengurus merasa “privilege” atau mata uang lama mereka tidak berlaku lagi dalam konstruksi baru yang dibangun Gus Yahya.
Isu Konsesi Tambang, Muncul dugaan adanya kekuatan politik di balik dinamika ini, termasuk isu konsesi tambang yang diterima PBNU dari pemerintah. Meskipun Sekjen PBNU kubu Gus Yahya menyatakan restu dari Rais Aam dan pengurus sudah ada, polemik ini tetap memperkeruh suasana.
Kiai sepuh NU dan Sekjen PBNU Amin Said Husni menegaskan bahwa langkah pemakzulan tidak memiliki landasan konstitusional dalam AD/ART NU dan meminta semua pihak menjaga soliditas.
Pihak Syuriyah yang dipimpin Rais Aam KH Miftachul Akhyar menegaskan bahwa proses organisasi sedang berjalan sesuai mekanisme internal dan mengimbau semua pihak menahan diri.
Saat ini, upaya islah atau perdamaian sedang diupayakan melalui pertemuan para kiai sepuh, salah satunya di Pondok Pesantren Lirboyo, untuk mencari solusi damai. Di tengah tekanan, Gus Yahya juga mengungkapkan bahwa jajarannya kerap menerima ancaman, menunjukkan kompleksitas masalah ini.
Baca juga: Kawal Koordinasi Penanganan Bencana, Menko Polkam di Aceh hingga Lima Hari ke Depan
- KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur): Presiden ke-4 RI ini pernah menjabat Ketua Umum PBNU selama tiga periode.
- KH Ma’ruf Amin: Wakil Presiden RI saat ini, juga pernah menjabat sebagai Rais Aam PBNU.
- Said Aqil Siroj: Mantan Ketum PBNU yang kini menjabat Mustasyar PBNU.
- Nusron Wahid: Mentri ATR/BPN yang menjabat Ketua PBNU di era Gus Yahya.
- Khofifah Indar Parawansa: Gubernur Jawa Timur yang juga aktif dalam struktur PBNU.








