PUPR Kota Tangerang

Gaya Hidup Libur Sehat, Seni Menjaga Keseimbangan Metabolisme

libur sehat
Foto ist rek BTM
jejak-news.com-Momen libur sering kali menjadi “pedang bermata dua”—satu sisi menawarkan relaksasi, namun di sisi lain berisiko merusak ritme metabolisme tubuh. Berikut adalah panduan komprehensif bagi Anda untuk merayakan liburan tanpa mengorbankan kesehatan.
1. Strategi “Isi Piringku” di Tengah Hidangan Pesta
Jangan biarkan liburan menjadi ajang “balas dendam” kuliner. Terapkan prinsip gizi seimbang dengan panduan Isi Piringku dari Kemenkes:
  • Komposisi Ideal: Bagi piring Anda secara visual; 50% harus diisi oleh sayuran dan buah sebagai sumber serat pelancar pencernaan, 25% protein (pilih yang rendah lemak seperti ikan atau ayam tanpa kulit), dan 25% karbohidrat kompleks.
  • Pola Makan yang Baik: Hindari melewatkan sarapan agar tidak makan berlebihan saat siang hari. Terapkan “mindful eating”—nikmati setiap suapan secara perlahan untuk memberi sinyal kenyang pada otak sebelum perut terlalu penuh.
2. Aktivitas Fisik: “Micro-Exercise” untuk Kebugaran
Libur bukan berarti berhenti bergerak total. Aktivitas fisik tetap dibutuhkan untuk membakar surplus kalori.
  • Olahraga Ringan: Lakukan jalan santai (brisk walking) selama 15–30 menit di pagi hari. Ini cukup untuk melepaskan endorfin yang meningkatkan suasana hati.
  • Hobi sebagai Terapi: Hidupkan kembali hobi ringan yang sempat tertunda seperti berkebun, fotografi luar ruangan, atau sekadar berenang santai. Aktivitas ini tidak hanya membakar kalori tetapi juga menurunkan kadar kortisol (hormon stres).
3. Pemulihan Seluler: Istirahat dan Hidrasi
  • Kualitas Tidur: Tidur 7–8 jam adalah waktu kritis bagi tubuh untuk melakukan perbaikan seluler dan menjaga fungsi kognitif.
  • Hidrasi Presisi: Minum minimal 8 gelas air mineral sehari untuk mendukung detoksifikasi alami tubuh dan menjaga elastisitas kulit saat terpapar matahari liburan.
Dr. dr. Tan Shot Yen, M. Hum., ahli gizi masyarakat yang dikenal luas karena vokalnya terhadap pangan lokal dan sehat, sering menekankan pentingnya kembali ke “Real Food” (makanan asli-red).
“Liburan itu soal merayakan kehidupan, bukan merayakan penyakit. Jangan terjebak pada makanan ultra-proses atau minuman berpemanis tinggi hanya karena alasan praktis. Pilih makanan lokal yang utuh; sayur yang baru dipetik, buah musiman, dan protein yang dimasak sederhana. Tubuh Anda adalah investasi jangka panjang, jangan ditukar dengan kenikmatan lidah sesaat.
Seni Merayakan Libur Tanpa “Balas Dendam”
Momen libur akhir tahun sering kali menjadi jebakan bagi metabolisme tubuh. Di balik tawa dan reuni keluarga, tersaji ancaman metabolic syndrome akibat pola makan yang tidak terkontrol dan gaya hidup sedenter. Namun, sehat di hari libur bukanlah sebuah kemustahilan. Ini adalah tentang bagaimana kita melakukan “negosiasi” yang cerdas dengan tubuh kita sendiri.
Panduan Nutrisi: Mengelola “Real Food” di Meja Perjamuan
Dalam bahasa medis, tubuh kita membutuhkan makronutrien dan mikronutrien yang seimbang untuk menjaga homeostasis (keseimbangan fungsi tubuh). Berikut adalah strategi konsumsi yang dianjurkan:
  • Prioritaskan Serat Larut: Mulailah makan dengan sayuran hijau atau buah-buahan seperti pepaya dan apel. Serat akan membentuk lapisan di usus yang memperlambat penyerapan gula dan lemak jahat dari hidangan utama.
  • Pilih Protein Berkualitas: Utamakan protein yang tidak melalui proses penggorengan berulang. Ikan pepes, ayam bakar tanpa kulit, atau kacang-kacangan adalah asupan asam amino yang baik untuk pemulihan jaringan.
  • Karbohidrat Kompleks: Jika memungkinkan, pilihlah nasi merah, ubi, atau jagung yang memiliki indeks glikemik rendah agar energi Anda stabil sepanjang hari tanpa memicu kantuk yang berlebihan (food coma).
Jangan biarkan tubuh Anda membeku di sofa (couch potato). Gunakan waktu libur untuk melakukan Active Recovery—pemulihan tubuh dengan tetap bergerak namun dalam intensitas rendah.
Ingatkah Anda pada hobi yang dulu membuat Anda bahagia?
  • Berkebun di Pagi Hari: Aktivitas ini setara dengan olahraga intensitas ringan yang melatih motorik kasar sekaligus paparan sinar matahari pagi (Vitamin D) untuk memperkuat imun.
  • Bersepeda Santai atau Fotografi Jalanan: Berjalan kaki mencari objek foto menarik sejauh 2–3 km tanpa terasa akan membakar kalori yang cukup signifikan.
  • Berenang: Hobi ini sangat humanis bagi sendi-sendi Anda, mengurangi beban pada lutut sembari melatih kapasitas paru-paru.
Pesan Inspiratif dari Pakar: dr. Tan Shot Yen
Ahli Gizi Masyarakat yang menjadi referensi kesehatan Indonesia, dr. Tan Shot Yen, memberikan pandangan mendalam mengenai filosofi makan saat liburan:
“Tubuh kita bukan tempat sampah. Jangan karena judulnya ‘libur’, kita memasukkan segala macam pangan ultra-proses dan minuman manis ke dalam sistem yang sudah bekerja keras setahun penuh. Makanlah dengan kesadaran penuh (mindful eating). Rasakan teksturnya, hirup aromanya, dan berhenti sebelum kenyang menyiksa. Jadikan makanan sebagai obat, sebelum obat menjadi makanan Anda di masa depan.”
Rekomendasi Menu “Lezat tapi Sehat” Hari Ini:
  • Sarapan: Omelet sayuran dengan sedikit keju dan buah potong segar.
  • Makan Siang: Nasi merah, ikan bakar bumbu kuning, dan lalapan segar yang melimpah.
  • Snack Sore: Kacang rebus atau yogurt tawar dengan potongan buah.
  • Makan Malam: Sup ayam bening dengan banyak wortel dan seledri (hindari makan berat 3 jam sebelum tidur).

Liburan yang berkualitas dimulai dari tubuh yang sehat, Selamat berlibur, selamat merawat investasi terbaik Anda. (Tyas)

 

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu