PUPR Kota Tangerang

Dramatis! Di Balik Guncangan Horor GA 712, Dirut Garuda Buka Suara, Otoritas Pastikan SOP Terpenuhi

GARUDA
Penerbangan Garuda Indonesia GA 712 rute Jakarta–Sydney
JAKARTA, jejak-news.com – Penerbangan Garuda Indonesia GA 712 rute Jakarta–Sydney pada Rabu (24/12/25) lalu menjadi sorotan publik setelah mengalami turbulensi hebat menjelang pendaratan di Bandara Internasional Kingsford Smith, Sydney. Insiden ini terekam dalam video viral di media sosial, memicu kekhawatiran luas, namun pihak manajemen Garuda Indonesia dan otoritas penerbangan segera memberikan klarifikasi untuk menjamin keselamatan dan profesionalisme awak kabin.
Menanggapi insiden yang menggemparkan jagat maya ini, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), Glenny H. Kairupan, angkat bicara. Glenny memastikan bahwa pilot dan seluruh awak kabin telah menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) penerbangan secara tepat dalam menghadapi kondisi darurat turbulensi.
“Kami memastikan bahwa seluruh kru, baik pilot maupun awak kabin pada penerbangan GA 712, telah menjalankan tugasnya sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang sangat ketat. Di tengah guncangan hebat yang tak terduga, prioritas mereka tetap satu yakni memastikan struktur keselamatan pesawat tetap kokoh dan penumpang dalam kondisi terjaga,” tegas Glenny H. Kairupan

Pihaknya meluruskan informasi yang beredar di media sosial mengenai awak kabin yang mengalami patah tulang. Glenny menegaskan, dua awak kabin hanya mengalami luka ringan dan segera mendapat penanganan medis setibanya di Sydney. Satu awak kabin bahkan sudah diperbolehkan pulang setelah pemeriksaan medis awal.

“Kami sangat mengapresiasi dedikasi awak kabin kami yang tetap bertugas meski dalam kondisi sulit. Terkait informasi yang beredar, kami mengonfirmasi bahwa dua awak kami mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis intensif di Sydney. Kami pastikan mereka mendapatkan perawatan terbaik hingga pulih sepenuhnya. Tidak ada cedera fatal seperti yang sempat dikhawatirkan di media sosial,” tambahnya.

 Manajemen Garuda menekankan bahwa keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang serta awak pesawat adalah prioritas utama.

Baca juga: EKSKLUSIF: Dosa Fatal Michael Wishnu Terungkap, Ancaman Penjara Seumur Hidup Menghantui Bos Terra Drone

Guncangan hebat terjadi sekitar 30 menit sebelum pesawat Airbus A330 tersebut mendarat di Sydney. Video yang beredar menunjukkan situasi kabin yang sempat tidak kondusif, dengan barang-barang berjatuhan dan proses evakuasi kru yang terluka sesaat setelah mendarat, yang menyebabkan keterlambatan proses penurunan penumpang. Meskipun menegangkan, pesawat berhasil mendarat dengan selamat berkat profesionalisme pilot.

Informasi tambahan penyebab Turbulensi:
Turbulensi adalah gerakan udara yang tidak teratur, sering kali tidak terlihat, yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor meteorologis, antara lain:
  • Gesekan dengan Medan: Udara yang bergerak melintasi permukaan tanah yang tidak rata (gunung, bukit) menciptakan pusaran udara.
  • Awan Konvektif: Pergerakan udara vertikal yang kuat di dalam awan badai (Cumulonimbus).
  • Clear-Air Turbulence (CAT): Turbulensi yang terjadi di udara cerah, seringkali pada ketinggian tinggi, akibat perbedaan kecepatan aliran udara (jet stream). Ini sulit dideteksi oleh radar cuaca biasa.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada informasi mengenai sanksi yang diberikan kepada pilot atau co-pilot. Sebaliknya, penanganan yang dilakukan oleh awak pesawat diapresiasi karena berhasil mendarat dengan aman.
Otoritas penerbangan, dalam hal ini Dinas Perhubungan Udara (atau otoritas sipil Australia dan Indonesia yang relevan), dipastikan telah menerima laporan insiden ini. Respons standar otoritas adalah melakukan investigasi untuk memastikan semua prosedur keselamatan telah dipatuhi dan mengevaluasi data penerbangan (kotak hitam) untuk mengidentifikasi penyebab pasti turbulensi ekstrem tersebut. Fokus utama otoritas adalah memastikan aspek kelaikan udara (airworthiness) dan keselamatan penerbangan (flight safety) terpenuhi.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi seluruh penumpang, dari masyarakat biasa hingga pejabat tinggi negara, untuk selalu mengenakan sabuk pengaman selama penerbangan, terutama untuk mengantisipasi guncangan tak terduga yang dapat terjadi kapan saja.(Paris)

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu