PUPR Kota Tangerang

Drama Politik Berakhir Hukum Bupati Pati Sudewo Diciduk KPK Terkait Jual Beli Jabatan

OTT KPK Bupati Pati Sudewo terkait Jual Beli Jabatan 2026
Perjalanan karir Bupati Pati Sudewo
KABUPATEN PATI, Jejak News-Panggung politik Jawa Tengah terguncang hebat pada Senin, 19 Januari 2026, setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi mengonfirmasi penangkapan Bupati Pati, Sudewo, dalam sebuah Operasi Tangkap Tangan (OTT). Penangkapan ini merupakan puncak dari rentetan kontroversi yang menyelimuti kepemimpinan Sudewo sejak dilantik pada awal 2025.
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai kronologi penangkapan, gejolak politik pemakzulan, hingga rekam jejak karier sang Bupati:
1. Kronologi Operasi Senyap, Kasus Jual Beli Jabatan
Penangkapan Sudewo bermula dari penyelidikan tertutup KPK atas laporan masyarakat mengenai adanya “tarif” tertentu dalam pengisian jabatan eselon di lingkungan Pemkab Pati.
  • Penyergapan di Pati: Tim penindakan KPK mengamankan Sudewo bersama seorang oknum Camat di Kabupaten Pati pada Senin sore. Keduanya diduga baru saja melakukan transaksi terkait mutasi jabatan strategis.
  • Barang Bukti: Petugas mengamankan sejumlah uang tunai dalam pecahan rupiah yang diduga sebagai bagian dari commitment fee.
  • Pemeriksaan di Polres Kudus: Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa Sudewo (SDW) langsung dibawa ke Mapolres Kudus untuk menjalani pemeriksaan awal secara intensif sebelum diterbangkan ke Gedung Merah Putih Jakarta pada Selasa pagi.
2. Kisah Dramatis: Demo Pelengseran dan Hak Angket
Penangkapan oleh KPK ini seolah menjadi “titik akhir” dari perlawanan Sudewo terhadap gelombang protes warga yang telah terjadi sejak akhir 2025.
  • Demonstrasi Massal: Sepanjang Desember 2025, ribuan warga Pati berkali-kali mendemo kantor bupati. Massa menuntut Sudewo mundur karena kebijakan yang dianggap tidak pro-rakyat dan isu nepotisme dalam birokrasi.
  • Mekanisme Hak Angket: DPRD Kabupaten Pati sempat menggulirkan Hak Angket untuk menyelidiki dugaan penyalahgunaan wewenang. Sidang paripurna berlangsung sangat panas diwarnai tekanan massa dari luar gedung.
  • Penolakan Pemakzulan: Secara mengejutkan, dalam proses voting (pemungutan suara) di DPRD pada awal Januari 2026, usulan pemakzulan (pemberhentian) Sudewo gagal. Koalisi partai pendukung Sudewo di parlemen tetap solid menolak pelengseran, yang memicu kekecewaan besar di kalangan aktivis dan masyarakat sipil.
3. Jejak Karier Sudewo, Dari Senayan ke Kursi Bupati
Sudewo dikenal sebagai politisi yang memiliki basis massa kuat di wilayah Pati dan sekitarnya. Sebelum menjadi Bupati, ia memiliki rekam jejak panjang di kancah nasional.
  • Birokrat dan Pengusaha: Mengawali karier dengan latar belakang pendidikan teknik dan sempat berkecimpung di dunia profesional.
  • Anggota DPR RI: Sudewo merupakan mantan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra (Dapil Jateng III). Di Senayan, ia dikenal vokal dalam isu-isu infrastruktur dan perumahan rakyat melalui posisinya di Komisi V.
  • Kemenangan Pilkada 2024: Ia maju sebagai calon Bupati Pati pada Pilkada Serentak 2024 dan berhasil menang dengan dukungan koalisi besar. Namun, baru setahun menjabat, kepemimpinannya terus diguncang isu integritas hingga akhirnya terjaring operasi senyap KPK.
Sudewo, Bupati tak bisa menahan kesedihannya tertangkap tangan KPK
Bupati Pati Sudewo bungkam usai diperiksa KPK pada Senin (22/1/26)
Kasus Sudewo menunjukkan bahwa kemenangan di parlemen (lolos dari pemakzulan) tidak menjamin keselamatan hukum jika praktik korupsi tetap dipelihara. Meskipun DPRD gagal melengserkannya melalui mekanisme politik, KPK hadir melalui instrumen hukum untuk memberikan jawaban atas tuntutan keadilan masyarakat Pati.
Kini, Kabupaten Pati menanti kepastian status hukum sang Bupati. Penangkapan ini diharapkan menjadi momentum “bersih-bersih” birokrasi di Bumi Mina Tani agar pelayanan publik tidak lagi dijadikan komoditas dagang oleh oknum pejabat.(Sandy Raditya)

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu