JN-Pemerintah Kota (Pemkot)Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang mengintensifkan normalisasi sungai di sejumlah area permukiman untuk mengantisipasi genangan air dan banjir, terutama menjelang musim hujan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana banjir yang dilakukan secara masif di berbagai wilayah kota. Pemkot Tangerang juga menghimbau adanya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah banjir di musim penghujan.
“Kami rutin melakukan pembersihan sungai di berbagai titik, terutama di kawasan padat penduduk. Dengan adanya kegiatan normalisasi ini, diharapkan aliran air tetap lancar dan tidak menimbulkan genangan di lingkungan warga,”
Demikian disampaikan, Kepala DPUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaeni pada pelaksanaan kegiatan pembersihan sampah dan sedimentasi yang menghambat aliran air di saluran sungai di RT 03, RW 07, Kelurahan Poris Jaya, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang pada Rabu lalu(29/10/25).
Baca juga: Satpol PP Kota Tangerang Latih Anggota Satlinmas Larangan
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga kelancaran aliran sungai serta mengantisipasi potensi banjir saat curah hujan meningkat.
“Dalam giat ini petugas melakukan pengerukan sedimen atau lumpur, pengangkatan sampah dan vegetasi yang menghambat aliran,” ujarnya..
Partisipasi warga dinilai penting untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah banjir di musim penghujan, diantaranya tidak membuang sampah ke sungai.
Baca juga: Kementerian PU Bangun Sekolah Indonesia di Riyadh dan Jeddah Arab Saudi Untuk Anak-anak WNI
“Maka, kami pun mengimbau menghadapi musim penghujan yang puncaknya diprakirakan November-Desember, masyarakat untuk lebih peduli pada lingkungan. Mulai dari pengelolaan sampah hingga memastikan aliran drainase dalam kondisi siap menghadapi musim penghujan atau aliran air dalam jumlah besar,” himbaunya.
Diketahui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) Wilayah Timur terus melaksanakan kegiatan normalisasi dan pembersihan sungai. Hal ini terkait antisipasi menghadapi datangnya musim penghujan dan mencegah terjadinya genangan air di wilayah permukiman.
Berikut normalisasi sungai yang sedang berlangsung disejumlah wilayah pemukiman di Kota Tangerang, Beberapa di antaranya meliputi:
- Kali Angke; Survei gabungan telah dilakukan bersama pihak terkait seperti Pemprov Banten dan BBWS Ciliwung-Cisadane untuk persiapan normalisasi. Pemerintah pusat juga siap mengucurkan dana untuk normalisasi ini.
- Kali Sabi; Kegiatan pembersihan sampah besar-besaran dan normalisasi dilakukan di sungai ini, khususnya di wilayah Cibodas. Di wilayah Kabupaten Tangerang (belakang perumahan Lippo Karawaci dan Saribumi), normalisasi juga dilakukan untuk mencegah banjir.
- Kali Wetan; Pemerintah Kota Tangerang melakukan normalisasi di kawasan Puri Kartika, Kelurahan Paninggilan, Ciledug, yang merupakan salah satu titik rawan banjir.
- Kali Songsit; Normalisasi telah mulai dilakukan untuk meningkatkan mitigasi banjir.
- Anak Sungai Cisadane; Normalisasi drainase lingkungan dan anak sungai dilakukan di wilayah Benda untuk mengantisipasi banjir.
Sejumlah Program dan strategi normalisasi Dinas PUPR Kota Tangerang mencakup beberapa pendekatan:
- Pembersihan drainase: Selain sungai, DPUPR juga melakukan normalisasi masif pada drainase, mulai dari primer, sekunder, hingga tersier.
- Pengerukan sedimen: Pengerukan lumpur di sejumlah wilayah dilakukan untuk meningkatkan fungsi drainase.
- Normalisasi embung: Tim DPUPR juga menormalisasi puluhan embung di berbagai lokasi.
- Penataan kawasan: Normalisasi ini juga akan diikuti dengan penataan kawasan pengendali banjir menjadi ruang publik baru.
Sejak Oktober 2025, Pemkot Tangerang telah mengintensifkan operasi normalisasi secara serentak yang menyasar sungai, drainase, hingga embung di berbagai wilayah rawan banjir, seperti;
- Normalisasi Kali Angke: Setelah survei bersama yang dilakukan pada Juli 2025, normalisasi DAS Kali Angke telah dimulai. Pemerintah pusat juga siap mengucurkan dana untuk proyek ini.
- Normalisasi drainase: DPUPR terus melakukan normalisasi masif pada drainase, termasuk di Jalan Arya Kemuning Periuk, untuk mengatasi genangan dan banjir.
- Pembangunan turap: Hingga semester pertama 2025, DPUPR telah menyelesaikan pembangunan 55 titik turap permanen untuk meningkatkan mitigasi banjir.
- Pembangunan embung: Pemkot Tangerang merancang pembangunan embung atau kolam retensi baru di perbatasan Uwung Jaya dan Jatiuwung untuk mengatasi banjir, terutama yang sempat merendam Tol Tangerang-Merak.
Sejumlah langkah-langkah strategispun telah di lakukan PUPR Kota Tangerang diantarany, Informasi terkait dan pemantauan, Masyarakat dapat memantau kondisi ketinggian muka air sungai secara real-time dan mendapatkan peringatan dini banjir melalui aplikasi SIPANTAU yang dapat diakses di situs web atau Playstore.
Aplikasi SIPANTAU: Warga dapat memantau tinggi muka air sungai dan mendapatkan peringatan dini banjir secara real-time melalui aplikasi SIPANTAU (Sistem Pemantauan Tinggi Air Sungai).
Pos pantau: Untuk meningkatkan mitigasi, Pemkot Tangerang berencana membangun pos pantau debit air di Batu Beulah, Kabupaten Bogor, guna memantau kondisi air di hulu Sungai Cisadane.
Penataan kawasan: Program normalisasi ini juga mencakup penataan kawasan pengendali banjir menjadi ruang publik baru.
Perpanjangan status siaga: Pada Maret 2025, Pemkot Tangerang memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga Mei 2025 karena potensi cuaca ekstrem yang masih tinggi.
Demikianlah artikel tentang Kesiapsiagaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang mengintensifkan normalisasi sungai di sejumlah area permukiman untuk mengantisipasi genangan air dan banjir, terutama menjelang musim hujan.(Geofani Fachri Yusuf)









