TANGERANG, Jejak News – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kualitas infrastruktur publik. Memasuki bulan suci Ramadhan, upaya percepatan perbaikan jalan dan jembatan diintensifkan guna menjamin keamanan serta kenyamanan mobilitas masyarakat yang tengah meningkat pesat.
Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan Dinas PUPR Kota Tangerang, Iwan Nursyamsu, menegaskan bahwa langkah ini merupakan respons cepat terhadap dinamika di lapangan. Sejumlah jembatan vital seperti Jembatan Sangiang, Jembatan Satria, Jembatan Berendeng, hingga Jembatan K.S. Tubun menjadi prioritas utama penanganan akibat pengelupasan aspal yang berisiko bagi keselamatan pengguna jalan.
Pekerjaan dilakukan dengan manajemen waktu yang presisi. Untuk meminimalkan kemacetan di jam produktif, sebagian besar penambalan tuntas pada siang hari, sementara titik padat seperti Jembatan Albumindo dijadwalkan pada malam hari.
“Kami bekerja dalam senyap di waktu-waktu luang kendaraan agar aktivitas ibadah dan ekonomi masyarakat selama Ramadhan tidak terganggu,” ujar Iwan.
Kinerja PUPR Kota Tangerang tidak hanya berhenti pada penambalan lubang jalan. Transformasi infrastruktur dilakukan secara holistik, mencakup perbaikan ruas jalan protokol seperti Jalan Prabu Kian Santang dan Jalan Garuda, hingga pembenahan pinggiran kali untuk fungsi drainase dan estetika kota.
Langkah ini menjadi bukti kehadiran negara dalam merawat setiap jengkal fasilitas publik, memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan bukan sekadar struktur fisik, melainkan jembatan bagi kesejahteraan warga. Dengan perbaikan yang merata di berbagai lini—mulai dari normalisasi aliran air hingga penguatan struktur jalan—Kota Tangerang bersiap menyambut Idul Fitri dengan kesiapan infrastruktur yang prima.
Infrastruktur yang andal adalah fondasi kenyamanan bersama. Di balik mulusnya aspal yang kita lalui, ada dedikasi yang bekerja tanpa henti. Karena bagi Pemerintah Kota Tangerang, memastikan setiap warga sampai ke tujuan dengan selamat adalah bagian dari bentuk pengabdian yang paripurna.(Ryan Mihardja)







