JN-Di tengah suasana khidmat perayaan Idulfitri 1447 H di Aceh Tamiang, terselip sebuah momen emosional yang menyita perhatian. Ibu Nurita (52), salah seorang penghuni Hunian Sementara (Huntara) akibat bencana banjir bandang beberapa waktu lalu, mendapatkan kesempatan langka untuk bertatap muka dan berbincang langsung dengan Presiden RI usai pelaksanaan Salat Id.
Sambil menggenggam erat tangan Presiden, Ibu Nurita tidak kuasa membendung air matanya. Di hadapan orang nomor satu di Indonesia tersebut, ia menceritakan perjuangannya bertahan hidup di Huntara bersama keluarga besarnya selama berbulan-bulan.
“Saya hanya ingin menyampaikan terima kasih karena Bapak sudah sudi singgah ke tempat kami. Harapan kami kecil, Pak, hanya ingin segera menempati hunian tetap agar anak-cucu bisa tidur dengan tenang tanpa was-was kalau hujan turun lagi,” ungkap Ibu Nurita dengan suara bergetar.
Baca juga: Percepat Proyek Vital, Wamenhan Minta Satgas P2SP Potong Jalur Birokrasi yang Menghambat
Presiden, yang didampingi oleh Menteri Pertahanan, tampak mendengarkan dengan saksama setiap kata yang terucap. Beliau langsung memberikan instruksi kepada jajaran terkait di lokasi untuk mempercepat proses transisi dari Huntara ke Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak di Aceh Tamiang.
“Ibu sabar ya, kami terus bekerja. Saya sudah minta jajaran Kementerian terkait untuk memastikan pembangunan Huntap selesai tepat waktu. Idulfitri ini harus jadi awal semangat baru bagi warga di sini,” ujar Presiden menenangkan.
Pertemuan singkat namun bermakna ini menjadi oase harapan bagi warga Huntara. Bagi Ibu Nurita, keberaniannya menyampaikan aspirasi langsung kepada Presiden adalah kado lebaran terindah. Kunjungan ini membuktikan bahwa pemerintah tetap hadir di tengah-tengah masyarakat yang sedang berjuang memulihkan kehidupan pascabencana, bahkan di hari raya sekalipun.(Yonex)







