JN-Suasana khidmat bercampur antusiasme menyelimuti selasar Masjid Raya Al-A’zhom, Kota Tangerang. Sebanyak 52 peserta tingkat sekolah dasar dari seluruh penjuru Tangerang Raya resmi memulai kompetisi dalam ajang Lomba Dai Cilik, yang menjadi salah satu magnet utama dalam rangkaian Ramadan Al-A’zhom Festival tahun ini.
Acara yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari ini bukan sekadar panggung perlombaan biasa. Peserta yang datang dari berbagai latar belakang pendidikan—mulai dari SDN, MI, MIN, hingga SD Swasta—tampil dengan retorika memukau, membawa pesan-pesan moral dan keislaman yang menyejukkan di tengah hiruk-pikuk jantung kota.
Ketua Pelaksana Ramadan Al-A’zhom Festival, Malkan Al Masqo, mengungkapkan bahwa tingginya partisipasi tahun ini merupakan sinyal positif bagi masa depan syiar Islam. Menurutnya, keberanian anak-anak tampil di depan publik adalah benteng pertahanan karakter di era gempuran digital yang masif.
Baca juga: Kemenag Tegaskan Dana Zakat Tidak Digunakan untuk Program Makan Bergizi Gratis.
“Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga berani tampil menyampaikan pesan-pesan kebaikan. Masjid Al-A’zhom adalah tempat terbaik bagi mereka untuk memulai langkah dakwah tersebut,” ujar Malkan di sela-sela pembukaan acara.
Atmosfer religius Masjid Al-A’zhom yang megah turut memberikan kewibawaan tersendiri bagi para pendakwah cilik ini. Selain mengejar gelar juara, kompetisi ini dirancang sebagai sarana edukasi publik bagi para pengunjung festival agar dapat menikmati waktu Ramadan dengan kegiatan yang lebih bermanfaat.
Panitia juga memastikan bahwa penilaian dilakukan secara profesional dengan melibatkan juri-juri kompeten. Fokus penilaian tidak hanya pada hafalan teks, tetapi juga pada cara penyampaian yang sejuk, menarik, dan relevan dengan kondisi zaman sekarang.
Baca juga: Menghargai Perbedaan Awal Ramadan 1447 H, Antara Inovasi Kalender Global dan Kearifan Lokal MABIMS
Melalui perhelatan ini, Al-A’zhom Festival diharapkan mampu bertransformasi lebih dari sekadar pusat ekonomi kreatif dan religi, melainkan menjadi “kawah candradimuka” bagi lahirnya pendakwah muda. Langkah kecil dari Kota Tangerang ini diharapkan mampu membawa pesan damai Islam yang kuat bagi seluruh Indonesia.(Yonex)







