PUPR Kota Tangerang

Bekasi Darurat Sampah, Menteri LH: Warga Jangan Cuma Diam, Kelola dari Rumah

JN-Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, memimpin Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Rapi, dan Indah (ASRI) di Kota Bekasi untuk mengatasi timbulan sampah yang mencapai 1.801 ton per hari. Gerakan ini melibatkan Pemerintah Kota Bekasi dan komunitas lingkungan yang berfokus pada penguatan pengelolaan sampah yang efektif melalui perubahan perilaku masyarakat.

Menteri Hanif menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu, dan masyarakat harus memahami pentingnya pemilahan sampah. “Pengelolaan sampah yang efektif tidak akan tercapai tanpa dimulai dari hulu, yaitu pemilahan yang baik di tingkat rumah tangga. Masyarakat harus dilibatkan dalam proses ini dan diberi pemahaman yang benar tentang pentingnya memilah sampah sejak awal, agar sampah dapat dikelola secara lebih efisien dan ramah lingkungan serta tidak menjadi beban dipemrosesan akhir,” ujar Menteri Hanif di hadapan awak media.

Kegiatan ini juga berfokus pada pembersihan kawasan, penataan lingkungan, dan penguatan pengelolaan sampah dari sumbernya. Selain itu, Gerakan Indonesia ASRI juga memperkuat sistem pengurangan dan penanganan sampah melalui pemilahan yang lebih baik, pengangkutan yang efisien, dan pengolahan akhir yang ramah lingkungan.

Baca juga: Indonesia-Norwegia Luncurkan Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan Periode Keempat, Ajak Partisipasi Publik Dukung FOLU Net Sink 2030

Sementara itu, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, menegaskan komitmennya dalam menangani persoalan sampah di wilayahnya. “Tentu dengan adanya perintah tegas dari Bapak Presiden, kami setiap minggu bersama jajaran Pemerintah Kota Bekasi dan masyarakat mulai konsisten melakukan korve. Bahkan, sebelumnya kami sudah menyampaikan kepada seluruh RW dari tingkat tapak terkait pengelolaan sampah ini. Hari ini, kami berterima kasih karena dihadiri langsung oleh Pak Menteri LH bersama jajaran,” jelas Tri Adhianto.

KLH/BPLH menekankan bahwa persoalan sampah perkotaan membutuhkan solusi yang menyeluruh, termasuk integrasi kebijakan dan peningkatan kapasitas infrastruktur. Selain itu, perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab menjadi sangat penting.

Melalui Gerakan Indonesia ASRI, pemerintah mendorong penguatan sinergi lintas sektor untuk meningkatkan pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan. Upaya ini mendukung target nasional dalam pengelolaan sampah yang ramah lingkungan serta mengurangi beban tempat pemrosesan akhir (TPA). Keterlibatan aktif komunitas peduli lingkungan dalam kegiatan ini juga menunjukkan bahwa penyelesaian masalah sampah membutuhkan gerakan bersama yang konsisten dan terukur.(IMH)

Baca juga: Seruni Kabinet Merah Putih Salurkan Bantuan Sosial bagi Warga Terdampak Bencana di Pidie Jaya

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu