PUPR Kota Tangerang

Babak Baru Kasus Hilangnya Alvaro, Tim Gabungan Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penculikan Alvaro

Kasus Alvaro
Jejak digital perjalanan penanganan kasus hilangnya Alvaro

JN-Kasus hilangnya Alvaro Kiano Nugroho (6 tahun) di Pesanggrahan, Jakarta Selatan yang sudah dilaporkan sejak tanggal 6 Maret 2025 lalu kini mulai menemui titik terang, Jumat malam (21/11/25)  Polisi dari Tim Gabungan Polsek Pesanggarahan Jaksel, Polres Jaksel dan Polda Metrojaya membawa terduga LX Otak penculikan dan hilangnya AKN ketempat kediaman terduga pelaku di Perumahan Periuk damai Jalan Sejahtera 2 Kelurahan Periuk Kecamatan Periuk Kota Tangerang.

Kedatangan Tim gabungan Polisi tersebut dalam upaya memperjelas kronologi kejadian, mencocokkan keterangan tersangka dengan fakta lapangan, dan memperkuat bukti untuk meyakinkan penyidik, dalam reka adegan yang diperankan anggota kepolisian mirip dengan rekonstruksi, terduga pelaku menggambarkan membekap korban dengan handuk didalam mobil dan akhirnya meninggal sesampainya di rumah terduga pelaku.

Tim Gabungan Polisi
Tim gabungan Polisi, Polsek Pesanggrahan, Restro Jaksel dan PMJ sambangi rumah kediaman terduga pelaku, dan membawa terduga LX pelaku  penculikan Alvaro di Perumahan Periuk damai Kota Tngerang pada Jumat malam (21/11/25)

Keterangan terduga pelaku yang terbelit belit dan masih ada yang tetutupi, membuat polisi menyamakan keterangan pelaku dengan saksi beinisial PD (54), pengakuan saksi PD dilokasi sempat mengejutkan warga yang menonton mendengar langsung menurutnya dirinya tidakm mengetahui persis isi bungkusan yang dibawanya dari kediaman terduga LX diperiuk damai menuju salah satu perumahan di Tenjo Bogor tempat kediaman adik terduga pelaku, yakni RN

Baca juga: Selama 13 Tahun Menjabat Sekda, KPK Akhirnya Tangkap Tangan Suap Pengurusan Jabatan di Kabupaten Ponorogo

“Saya tidak tahu isinya apa, saya cuma dipangggil LX diruh datang keymahnya terus disuruh bawa bungkusan besar tersebut, saya diupahin 150 ribu”, akunya.

Saat ditanya beberapa warga yang ikut menyaksikan PD mengakui tidak mengetahui isi bungkusan tersebut apakah mayat manusia atau bukan, dirinya hanya mengaku membawa bungkusan tersebut menggunakan motor, sedangkan terduga pelaku mengendarai mobil menuju lokasi yang sama (Tenjo,Bogor-red)

“Saya beneran gak tau apa-apa, sya cuma disuruh bawa karung hitam pake motor, lalu LX pake mobil kesana juga, jadi saya tidak masuk kemobil LX,”ungkapnya.

Baca juga: Apes Benar Nasib Jaksa Gadungan di Tangsel Belum Menikmati Hasil Penipuan Sudah Ditangkap Tim SIRI Kejagung

Kedatangan sejumlah polisi dengan mengendarai 6 kendaraan roda empat,dan beberapa kendaraan roda 2  tampak juga kendaraan roda empat bertulis inafis berakhir pada pukul 22.30 wib, tampak juga Kapolsek Pesanggarahan Jakarta Selatan AKP Seala Syah Alam, S.I.K., M.Si., CPHR., CBA,.

Sebelum meninggalkan lokasi , sejumlah polisi berbaju sipil melekatkan police line pada bagian depan rumah pelaku, dan membawa kendaraan terduga pelaku Rush silver juga membawa semua cctv yang terpasang dirumah kediaman terduga pelaku LX.

Melalui pesan singkat Kapolsek Pesanggarahan “Sedang dalam pengembangan..”, sepotong informasi terbaru, Tim JejakNews mencoba menelusuri kejanggalan penanganan hilangnya Alvaro yang memakan waktu  hampir 9 bulan, melalui jaringan sumber informasi mulai dari Restro Kota Tangerang, Kanit Pesanggrahan, Kapolsek Pesanggarahan hingga Polda Metro jaya terendus informasi adanya keberadaan beking perwira dibelakang terduga LX. Tidak hanya sampai disitu bukti visual juga belum dimiliki hingga menyulitkan.

” Kalau mau diambil sejak lama sebenarnya bisa saja, mertua terduga (Kakek Tugimin-red)mengarah 99% ke terduga, Ade ipar juga 99% mengarah ke terduga, cuma kita tidak mau gegabah apalagi citra kepolisian benar benar lagi diuji”, ujar sumber JejakNews.

Sumber JejakNews yang lain juga menyebutkan ada yang janggal dalam perkara ini, “Ada bekingnya itu perwira,  katanya sih teman kulianya, katanya.

Sementara itu, beberapa sumber yang mengaku dekat juga mengungkap hubungan asmara terduga LX dengan Ibunya Alvaro yang belum diketahui orang banyak.

“LX itu awalnya menikah siri dengan Ar (ibunda Alvaro), setelah itu Ar selingkuh, gmana gak kesel , ARnya minta Cerai sedangkan LX sudah kasih semuanya”, ungkap sumber JejakNews

Kronologi Hilangnya Alvaro

Rabu, 5 Maret 2025 (Sore): Alvaro, yang tinggal bersama kakek dan neneknya (Tugimin dan Sayem), pergi ke Masjid Al-Muflihun, yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya di Jalan Masjid Al-Muflihun, Bintaro, Pesanggrahan, untuk mengikuti acara buka puasa bersama di bulan Ramadhan. Selepas maghrib biasanya, Alvaro akan pulang setelah menunaikan salat Maghrib. Namun, pada hari itu, ia tidak kunjung kembali ke rumah hingga malam hari.

Jejak terakhir Alvaro
Masjid Al Muflihun Tanah Kusir Bintaro yang beralamat di Jl. RC. Veteran Raya, Tanah Kusir, Bintaro, Kec. Pesanggrahan Jakarta Selatan, lokasi dimana terakhir Alvaro dibawa orang tak dikenal (OTK) pada Rabu (5/3/2025)

Hingga Pukul 22.00 WIB, Alvaro tak kunjung pulang, Keluarga mulai panik dan melakukan pencarian di sekitar area masjid dan lingkungan tempat tinggal, namun hasilnya nihil.

Kamis, 6 Maret 2025 (Pagi), Setelah pencarian semalaman tidak membuahkan hasil, pihak keluarga memutuskan untuk melaporkan hilangnya Alvaro secara resmi ke Polsek Pesanggrahan, setelah sebelumnya dilaporkan ke Polsek Pesanggrahan dan kemudian dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan, yang memang menangani kasus anak di bawah umur. 

Pencarian Awal (Maret 2025 dan seterusnya): Pencarian awal dilakukan di sekitar Pesanggrahan, Jakarta Selatan, oleh keluarga dan warga, dilanjutkan oleh Polsek Pesanggrahan.

Pelebaran Area Pencarian: Kepolisian segera memperluas area pencarian, tidak hanya di sekitar Jabodetabek, tetapi juga hingga ke luar pulau Jawa, termasuk Batam (tempat keluarga ayah Alvaro tinggal), Sumatera, dan Kalimantan.

Pembentukan Tim Khusus (November 2025): Setelah delapan bulan berlalu, pihak kepolisian membentuk tim gabungan khusus yang terdiri dari personel Reskrim Polsek Pesanggrahan, Polres Metro Jakarta Selatan, dan Resmob Polda Metro Jaya untuk fokus mencari keberadaan Alvaro.

Kasus ini kemudian  ditangani secara gabungan oleh tim khusus dari Polsek Pesanggrahan, Polres Metro Jakarta Selatan, dan Resmob Polda Metro Jaya, mengingat kompleksitas dan dugaan penculikan. Nomor laporan polisi yang digunakan untuk penanganan di tingkat Polres adalah LP/1186/B/III/2025/PMJ/Res Jaksel, yang merupakan nomor pelimpahan atau registrasi di Polres Metro Jakarta Selatan.

 Polisi telah memeriksa sekitar 10 orang saksi, termasuk marbot masjid. Kendala utama pencarian adalah minimnya petunjuk dan rekaman CCTV yang terhapus. Namun hal ini tak membuat pencarian Alvaro lelah, keluarga dan polisi secara konsisten menyebarkan informasi dan foto Alvaro, serta mengimbau masyarakat untuk melapor jika memiliki informasi yang valid.

Pamflet Hilannyag Alvero Kiano Nugroho. Foto: Dok Polsek Pesanggrahan

Himbauan Publikpun Berkelanjutan, Saat itu pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk melapor jika memiliki informasi melalui nomor kontak : 0878-7799-2246 (Resmob Polda Metro Jaya), 0878-7799-2246 (Resmob Polda Metro Jaya), 0813-8222-5050 (Polsek Pesanggrahan) dan Call Center Polisi 110.

Namun disisi lain ada saja pihak yang memnfatkan situasi, keluarga Alvaro juga sering menerima informasi palsu atau penipuan dari oknum yang memanfaatkan situasi, yang semakin menambah beban keluarga

6 Fakta, Kenapa Kasus  hilangnya Alvaro Kiano Nugroho menjadi sorotan publik yang signifikan 

1. Durasi yang Mencengangkan
Alvaro hilang sejak Maret 2025. Fakta bahwa seorang anak berusia 6 tahun bisa menghilang selama lebih dari delapan bulan tanpa jejak yang jelas sangat memprihatinkan dan membuat publik terus menuntut perkembangan kasusnya.
2. Misteri yang Belum Terpecahkan
Publik menyoroti minimnya kemajuan dalam penyelidikan. Adanya dugaan penculikan oleh orang tak dikenal dan hambatan teknis seperti rusaknya rekaman CCTV menambah unsur misteri yang membuat masyarakat penasaran dan bersimpati.
3. Perjuangan Keluarga yang Mengharukan
Kisah kakek dan nenek Alvaro, Tugimin dan Sayem, yang terus berjuang menyebarkan selebaran foto dan mencari cucu mereka secara mandiri, menyentuh hati banyak orang. Perjuangan mereka ini sering diliput dalam program berita, Talk Show hingga Podcast, yang semakin meningkatkan empati publik.
Talkshow Dr.Richard Lee
Kakek Tugimin mendapat undangan Talkshow, Dr Richard Lee, menawar sejumlah uang bila ada pihak yang membantu mengembalikan Alvaro, pada Sabtu (15/11/25)
4. Permohonan “Viralkan” di Media Sosial
Banyak unggahan di Instagram, Facebook, dan TikTok yang meminta bantuan publik untuk memviralkan wajah Alvaro agar dapat ditemukan. Dukungan netizen yang luas ini menunjukkan betapa kasus ini menjadi perhatian banyak orang, Beriukut Program Talkshow (Gelar Wicara) yang  telah menayangkan pemberitaan dan diskusi mendalam mengenai kasus hilangnya Alvaro Kiano Nugroho
Nama Program Kanal Media Narasumber yang Hadir (Umumnya) Fokus Pembahasan
PAGI PAGI AMBYAR Trans TV Kakek dan Nenek Alvaro (Tugimin & Sayem) Kronologi, perjuangan keluarga, dan permohonan bantuan publik.
10 Minutes YouTube (Kanal Kriminal/Investigasi) Analis/Narasumber Ahli Analisis kasus, kendala pencarian, dan seruan viralisasi.
SINDO Today iNews / Sindonews Pihak Keluarga / Perwakilan Polisi Update terkini, liputan investigasi singkat.
Tak hanya itu, Media-media berita nasional  secara konsisten meliput perkembangan kasus dan sering kali menyajikan segmen wawancara singkat yang berfungsi mirip talk show ,diantaranya
Kanal Berita Program Berita Terkait
Kompas TV Sapa Indonesia PagiKompas SiangKompas MalamLaporan Khusus
tvOne Kabar PagiKabar SiangKabar UtamaApa Kabar Indonesia
Metro TV Metro SiangNewslineTop News
SCTV / Indosiar Liputan 6 TerkiniPatroli
Beritasatu News Beritasatu SiangPrime Time
Trans TV / Trans 7 CNN Indonesia (di Trans TV/Trans 7), Redaksi
5. Absennya Orang Tua Kandung
Latar belakang keluarga yang unik—ibu bekerja di luar negeri dan ayah dipenjara—membuat publik lebih fokus pada peran kakek-nenek sebagai figur utama yang berjuang mencari Alvaro, menambah dimensi emosional pada cerita tersebut. Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya pengawasan anak dan menyoroti tantangan yang dihadapi aparat penegak hukum dalam menangani kasus anak hilang dengan minimnya bukti.
Kilas balik kisah Alvaro, Anak yang ditinggal ibunya menjadi TKI di Malaysia dan Ayah kandungnya yang di penjara LP Cipinang

Kisah hilangnya Alvaro Kiano Nugroho tidak hanya menyedot perhatian karena misteri penculikannya, tetapi juga karena latar belakang keluarganya yang memilukan. Kisah Alvaro adalah kilas balik realitas sosial di mana seorang anak harus tumbuh dalam kondisi keluarga yang tidak utuh, sebelum akhirnya menghilang secara tragis.

Alvaro Kiano Nugroho (6 tahun) adalah potret seorang anak yang menghadapi perpisahan dengan orang tua kandungnya sejak dini. Kehidupan sehari-harinya dihabiskan di bawah asuhan penuh kasih dari kakek dan neneknya, Tugimin dan Sayem, di Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

1. Ibu Menjadi TKI di Malaysia
Ibunda Alvaro terpaksa pergi ke luar negeri untuk mencari nafkah sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Keputusan ini sering kali didorong oleh tuntutan ekonomi, berharap dapat memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga yang ditinggalkan di Indonesia, termasuk Alvaro. Kepergian sang ibu membuat Alvaro harus rela kehilangan sosok ibu di sampingnya sehari-hari.
2. Ayah Kandung Dipenjara di LP Cipinang
Pada saat yang bersamaan, ayah kandung Alvaro juga tidak bisa mendampinginya. Sang ayah sedang menjalani hukuman pidana dan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang. Situasi ini menambah beban bagi Alvaro, yang secara praktis kehilangan kehadiran kedua orang tuanya di rumah.
3. Tinggal Bersama Kakek dan Nenek
Dalam kondisi tersebut, kakek dan nenek Alvaro menjadi tumpuan utama. Tugimin dan Sayem merawat Alvaro dengan penuh kasih sayang, mengisi kekosongan figur orang tua. Alvaro tumbuh sebagai anak yang dekat dengan lingkungan masjid, tempat ia sering bermain dan mengaji.
Nestapa pencarian Alvaro tanpa didampingi kedua orangtuanya
Kehidupan Alvaro yang sudah penuh tantangan tersebut mencapai titik terendah ketika ia menghilang secara misterius pada 6 Maret 2025. Tragedi ini terjadi saat kedua orang tuanya tidak dapat hadir dan mendampingi pencarian, Sang ibu yang berada jauh di Malaysia hanya bisa memantau dan berdoa dari sana lalu aang ayah yang berada di balik jeruji LP Cipinang juga tidak bisa berbuat banyak untuk mencari putranya.
Penacrian Alvaro
Kakek Alvaro (Tugimin) terus mencari keberadaan cucunya dari satu lokasi lainnya yang sudah memasuki hari ke 50, pencariannya juga terkadang dibantu warga dan simpatisan
Kondisi inilah yang membuat kakek dan nenek Alvaro berada di garis depan perjuangan, dibantu oleh simpati dan perhatian publik yang menyoroti betapa rentannya posisi Alvaro saat ia diculik. Kisah ini menjadi sorotan publik yang memilukan tentang realitas perpisahan keluarga. Namun kini misteri tersebut mulai terpecahkan  dengan adanya pengakuan sementara teduga pelaku.( Abdul Manaf/Maman/Ryan/SDA/ARM)

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu